SUBULUSSALAM – Debat Publik Calon Wali Kota dan Wakil Subulussalam di Gedung DPRK 11 November 2024 kemarin, sempat menyenggol kasus dugaan pasien yang sedang menjalani operasi gigi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) meninggal akibat genset mati
Hal ini muncul dalam pertanyaan Calon Wali Kota Subulussalam Haji Rasyid Bancin (HRB) nomor urut 2 kepada paslon nomor urut 4, H. Affan Alfian Bintang, S.E dan Irwan Faisal dalam debat publik yang disiarkan secara lansung salah satu tv nasional.
Mendapat sorotan tersebut, pihak RSUD Kota Subulussalam menyampaikan klarifikasi terkait valid tidaknya informasi yang beredar dalam debat publik Calon Wali Kota Subulussalam tersebut.
Direktur RSUD dr. Dewi Sartika didampingi Kepala Bagian TU Satria Darma dan Humas Nurdin mengaku setelah info yang disampaikan HRB tersebut, pihaknya langsung melakukan konfirmasi secara berulang kali untuk memvalidasi data dengan pihak pelayanan, dokter spesialis bedah dan dokter gigi.
"Sejauh ini belum ada tindakan operasi gigi yang dilakukan di RSUD Kota Subulussalam. Karena tindakan hanya bisa dilaksanakan oleh dokter spesialis gigi, faktanya rumah sakit kita belum tersedia dokter spesialis tersebut," kata dr Dewi Sartika dalam siaran pers diterima portalsatu.com/, Rabu, 13 November 2024 malam.
Selain itu, pihak RDUD Kota Subulussalam juga menjawab isu bayi meninggal karena kekurangan oksigen, dengan mengkonfirmasi dokter spesialis anak dan dokter spesialis obgyn, atau kemungkinan yang dimaksud adalah hipoksia (sebuah kondisi yang terjadi karena kurangnya oksigen dalam sel dan jaringan tubuh) sehingga dapat menggangu sistem pernapasan.
Dewi menjelaskan, hipoksia ini bisa juga dijelaskan kekurangan oksigen yang terjadi sebelum, selama, atau setelah proses melahirkan. Hipoksia dapat menyebabkan cedera otak yang serius, seperti kelumpuhan otak, kehilangan pendengaran, dan cacat intelektual serta menyebabkan kematian.
"Beberapa faktor yang dapat menyebabkan hipoksia pada bayi baru lahir, antara lain bayi lahir sebelum 37 minggu (prematur). Jika bayi tersebut bisa diselamatkan dalam proses persalinan maka akan mengalami asfiksia. Asfiksia terjadi karena kurangnya aliran darah ataupun pertukaran gas dari atau ke janin pada bayi baru lahir," kata Dewi Sartika didampingi Humas Nurdin dan Kabag TU Satria Darma.[]




