LHOKSUKON – Potensi komoditas pertanian bawang merah semakin menggembirakan di Aceh Utara. Saat ini sejumlah kecamatan berhasil membudidayakan bawang merah, bahkan dalam 1 meter lahan mampu menghasilkan 1,7 kilogram.

“Beberapa kecamatan telah berhasil, yaitu Kecamatan Sawang, Muara Batu, Banda Baro, Simpang Kramat, Nisam, Syamtalira Aron, Lhoksukon dan Langkahan. Hasilnya sangat memuaskan, 1 meter lahan hingga 1,7 kilogram dengan harga jual saat ini Rp35 ribu per kilogram,” kata Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan (BKP-Luh) Aceh Utara, Ir. Syarifuddin, Rabu, 14 Desember 2016, usai pertemuan penyuluh se-Aceh Utara di Lhoksukon.

Syarifuddin menyebutkan, dalam tiga tahun terakhir produksi padi Aceh Utara terus meningkat, dari 5 ton kini menjadi 8,2 ton per hektare.

Selama ini, lanjut dia, pemerintah pusat menganjurkan pemakaian pupuk urea, tapi karena pupuk itu langka, maka pihaknya menganjurkan pemakaian pupuk organik.

“Saat ini melon juga sedang berkembang. Target kita agar memotivasi penyuluh lebih giat lagi di lapangan membantu petani. Kita sudah bicarakan dengan Plt. Bupati, Insya Allah siapa pun pimpinannya, penyuluh harus terus berjalan,” pungkasnya.[]