BANDA ACEH – Ketua LSM Mapesa (Masyarakat Peduli Sejarah Aceh), Mizuar Mahdi, mengatakan, keputusan Guvbernur Aceh Zaini Abdullah untuk membuat pergub tentang nisan Aceh dan mendaftarkan warisan dunia Islam itu ke UNESCO merupakan awal langkah yang sangat baik.
“Saya apresiasikan. Ia punya inisiatif untuk melakukan pertemuan demi membahas keberlangsungan nasib nisan-nisan Aceh yang memuat dokumen penting tentang masa silam Islam di Aceh. Semoga kebaikan ini bisa dilanjutkan oleh gubernur terpilih setelah dilantik ke depan,” kata Mizuar di Banda Aceh, Selasa, 14 Maret 2017.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Gubernur Aceh menyatakan segera membuat peraturan gubernur (pergub) untuk menyelamatkan batu nisan Aceh berdasarkan usulan arkeolog Prof. Othman Yatim yang dijamu hormat di rumah dinas (meuligoe) resminya, di Banda Aceh, Minggu, 12 Maret 2017.
“Dalam beberapa waktu akhir jabatan saya ini, pergub atau qanun untuk penyelamatan batu nisan Aceh harus selesai dan disahkan,” kata Zaini Abdullah.
Dalam kesempatan itu, Prof. Othman Yatim menyatakan segera menyiapkan draf poposal pendaftaran nisan Aceh ke UNESCO. Maka, Gubernur Aceh memerintahkan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh untuk segera memproses mendaftarkan batu nisan Aceh ke UNESCO.
Hadir dalam acara tersebut, selain Gubernur Zaini Abdullah dan Prof. Othman Yatim, ada Sekda Darmawan, Kepala Biro Humas dan Protokoler Gubernur Aceh Mulyadi Nurdin, Kadisbudpar Aceh Reza Pahlevi, peneliti sejarah kebudayaan Islam Taqiyuddin Muhammad, Arkeolog Dr. Husaini Ibrahim, Safaruddin YARA, pengurus Mapesa (Mizuar Mahdi, Ayi, Masykur, dan anggota Mapesa lainnya), Thayeb Loh Angen dari PuKAT (Pusat Kebudayaan Aceh-Turki), dan beberapa pegiat kebudayaan lainnya.[]


