BANDA ACEH – Sekda Aceh, Dermawan, meminta Toko Tani Indonesia (TTI) Center, yang baru dibuka di Banda Aceh, untuk menjual produk berbasis potensi pangan lokal. Selain dapat memenuhi kebutuhan pangan masyarakat kalangan bawah, juga akan mempermudah penjualan produksi pangan lokal.

“Jumlah (ketersediaan barang) dan cadangan pangan harus cukup serta bermutu. Selain itu perhatikan pangannya harus aman, bersih dan halal serta berbasis pada potensi pangan lokal,” kata Dermawan saat meresmikan TTI Center Provinsi Aceh di Lamprit, Banda Aceh, Rabu, 9 Mei 2018, pagi. 

Sekda berharap adanya keseimbangan harga kebutuhan pokok dengan adanya TTI Center. Apalagi jelang puasa dan perayaan hari raya Idul Fitri, harga kebutuhan tidak berangsur naik. “Peran toko ini sangat strategis untuk pengendalian harga.”

Menurut dia, TTI Center juga bekerja sama dengan distributor khususnya distributor pangan lokal, sehingga hasil panen penyedia pangan lokal terserap.  “Dijual tetap di bawah harga pasar. Pembeli tidak boleh borong dan belanjaannya dibatasi. Apa yang dibeli harus sebatas pada kebutuhan saja,” kata Dermawan. 

Kepala Dinas Pangan Aceh, Ilyas, mengatakan keberadaan TTI Center harus dimanfaatkan oleh masyarakat setempat. “Selain memasarkan dengan harga terjangkau, kehadiran TTI juga memberi kemudahan akses kepada masyarakat dalam hal mendapat pangan dengan harga murah,” kata Ilyas.[](rel)