SEDIKITNYA 50 hektare lahan gambut terbakar pada 4 Kecamatan di Aceh Barat, Provinsi Aceh. Akibatnya, sejumlah kawasan di daerah itu terdampak kabut asap yang cukup pekat hingga Sabtu (22/7) sore.

Kepada Media Indonesia, salah seorang warga setempat, Abdurahman, mengatakan, para pengguna kendaraan, baik roda dua maupun roda empat yang melintas di sejumlah ruas jalan mulai terganggu.

“Sejak pagi hingga sore hari asapnya sangat tebal. Kemarin pagi juga berasap tapi tidak separah hari ini,” katanya.

Ia menyebutkan, asap tebal telah mengurangi jarak pandang dan mengganggu pernapasan.

“Pemerintah Kabupaten Aceh Barat harus segera melakukan pemadaman api agar asap tidak semakin parah,” sebutnya.

Sementara itu, Komunitas Peduli Kesehatan Bersama (KPKB) Kabupaten Aceh Barat secara sukarela membagi-bagikan masker penutup hidung dan mulut kepada pengguna kendaraan saat melintasi kawasan Suak Raya.

Ketua KPKB, Rahmat, mengatakan, terdapat 500 masker yang disiapkan dan telah dibagikan kepada masyarakat melintasi jalan raya.

“Karena persediaan kami terbatas, tadi 500 lembar masker dalam waktu 15 menit sudah habis terbagi,” katanya.

Ia berharap, mereka dapat mengurangi dampak bahaya asap dengan membagikan masker.

“Besok kalau ada persediaan masker akan kami bagikan kembali, ini demi meminimalisir dampak paparan asap,” lanjutnya.

Berdasarkan data yang dirilis Pusdal Ops BPBD Kabupaten Aceh Barat, kebakaran lahan gambut hingga Sabtu sore telah tersebar mencangkup empat Kecamatan di Kabupaten Aceh Barat.

Di Kecamatan Sama Tiga, titik api terpantau di Gampong Cot Seumeureng dengan luas lahan yang terbakar 5 hektare, ialah Gampong Suak Pantebreeh dengan luas lahan yang terbakar 5 hektare.

Di Kecamatan Johan Pahlawan, kebarakan terjadi di Gampong Suak Raya dengan luas lahan gambut yang terbakar 10 hektare, di Gampong Suak Nie dengan luas lahan yang terbakar sekitar 4 hektare.

Di Kecamatan Mereubo, kebakaran terjadi di Makorem Teuku Umar Gampong Peunaga Cut Ujong dengan luas lahan yang terbakar diperkirakan 5
hektare. Sedangkan di Kecamatan Arongan Lambalek, lokasi lahan yang terbakar berada di Gampong Seunebok Tengoh dengan luas lahan yang telah terbakar sekitar 15 hektare.

Kebakaran lahan gambut tersebut merupakan kasus kedua dalam Juli 2017 ini, yang mana pada kebakaran lahan gambut awal Juli 2017 lalu, api padam secara alami setelah diguyur hujan.[]Sumber:mediaindonesia