BANDA ACEH – Saiful Bahri, 14 tahun, korban kecelakaan di KM 37 Jalan Banda Aceh-Medan, Gampong Bithak, Kuta Cot Glie, dilarikan ke RSUZA Banda Aceh, sesaat setelah kejadian, Minggu, 21 Februari 2016. Dia mengalami luka-luka setelah becak yang ditumpanginya terserempet mobil vordrijder dan kemudian dihantam Jeep yang dikendarai Wagub Aceh H Muzakir Manaf.
“Korban yang selamat langsung dilarikan rombongan Mualem ke RSUZA. Sementara Mualem mengalami memar biru di tangan kanannya tetapi alhamdulillah tidak apa-apa,” ujar Koordinator Koalisi Aceh Bermartabat (KAB) Wen Rimba Raya kepada wartawan.
Dia mengatakan saat kejadian, Mualem sedang tertidur di kursi penumpang. Sementara mobil dinas Wagub Aceh dikendarai Bidin. “Mualem tertidur, dia terbangun akibat terkejut karena airbag menimpanya.”
Wen Rimba Raya mengatakan berdasarkan keterangan saksi mata, saat kejadian Rahmad, 16 tahun, dan Saiful, 14 tahun, terlihat sedang bercanda di atas becak sembari memakan kacang. Tiba-tiba kendaraan yang dibawa korban dari arah Banda Aceh masuk jalur rombongan Wagub Aceh yang sedang meluncur dari arah Pidie Jaya.
Becak korban tersenggol mobil vordrijder yang dikendarai Kamaruddin dan menyebabkan oleng. Becak nahas ini kemudian dihantam mobil dinas Wagub Aceh yang dikendarai Bidin. Satu korban dilaporkan tewas dalam kejadian nahas ini.
“Sementara sopir mobil Mualem masih shock hingga sekarang. Tapi dia tidak apa-apa,” kata Wen Rimba Raya.
Wen mengatakan Mualem turut mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya Rahmad dalam kejadian tersebut. Almarhum yang juga kakak kandung Saiful ini merupakan warga Gampong Cucum, Aceh Besar, dan masih berstatus pelajar.
“Mualem atas nama pribadi dan rombongan yang berangkat dari Pidie Jaya mendoakan semoga korban yang meninggal mendapatkan tempat yang terbaik di sisi-Nya. Mualem juga berharap kepada keluarga korban untuk tetap tabah karena apa yang terjadi adalah kehendak Allah SWT,” ujar Wen.
Dia mengatakan Mualem juga telah memerintahkan jajarannya untuk mengurus permasalahan ini, termasuk menangani keperluan perawatan korban. “Ya, Mualem telah meminta jajaran PA/KPA Aceh Besar untuk menemui keluarga korban dan mengurus segala hal keperluan, termasuk masalah biaya pengobatan korban di rumah sakit,” kata Wen.[](bna)



