BLANGKEJEREN – Anggota Kelompok Tani Tunes Ayu di Desa Raklintang (Bemem), Kecamatan Blangpegayon, Kabupaten Gayo Lues, kewalahan menjual hasil panen mentimunya. Selain harga tidak bersahabat, pembeli dalam jumlah banyak juga tidak ada.
Ketua Kelompok Tani Tunes Ayu Raklintang, Suriati, Jumat, 7 Mei 2021, mengatakan sebanyak 35 anggota kelompok tani sangat berharap perhatian Pemda Gayo Lues. Terutama dari Bupati H. Muhammad Amru, Wakil Bupati H. Said Sani, Sekda Ir. Rasyidin Porang dan Kepala Dinas Pertanian Said Bahtiar.
“Kami sangat berharap agar Pak Bupati, Pak Wakil Bupati, Sekda dan Kepala Dinas Pertanian bisa menukari mentimun kami ini dengan sirup cap patung saja satu botol satu orang. Karena hasil panen kami tidak ada pembelinya, mungkin mentimun ini bisa dibuat jus dan dibagikan kepada masyarakat,” kata Suriati kepada portalsatu.com/.

Menurut Suriati, Kelompok Tani Tunes Ayu yang sukses menanam mentimun dengan kualitas bagus di bawah bimbingan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), sudah berupaya semaksimal mungkin menjual hasil panen, tetapi tetap saja tidak bisa dihabiskan lantaran tak mampu dijual ke luar daerah.
“Punya saya sendiri, hari ini saja masih ada empat karung lagi buah mentimun di rumah. Kamis kemarin, enam karung mentimun dibawa toke (tauke), tapi seribupun tidak dibayar, bahkan upah memetiknya tidak ada, dan terpaksa kami utangkan,” keluh Suriati.
Selama ini, Suriati menjual mentimun ke pasar tiga buah seberat 1 Kg hanya dengan harga Rp1.000. Sekarung mentimun, kata dia, petani tidak bisa membeli sebuah sirup cap patung.
“Kalau hari biasa, terkadang kami menjual ke kantor-kantor, seperti sawi tanpa pestisida, selada tanpa pestisida, dan bermacam sayuran lainya. Namun saat ini kami serentak menanam mentimun, dan pembelinya tidak ada. Mohon bantuannya Pak Bupati dan jajarannya agar anak-anak kami bisa merasakan sirup cap patung saja saat Hari Raya Idulfitri nantinya,” pintanya.[]




