Sabtu, Juli 13, 2024

Besok, Mahyuzar akan Terima...

ACEH UTARA - Dr. Mahyuzar, M.Si., akan menerima Surat Keputusan (SK) Mendagri tentang...

Jabatan Pj Bupati Aceh...

ACEH UTARA - Masa jabatan Penjabat Bupati Aceh Utara, Dr. Mahyuzar, genap satu...

Panwaslih Aceh Instruksikan Buka...

BANDA ACEH - Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Aceh menginstruksikan Panwaslih Kabupaten/Kota segera membuka...

KAMMI Sebut Perlu Forum...

BANDA ACEH - Pengurus Daerah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Banda Aceh...
BerandaNewsKemenag Dorong Tanah...

Kemenag Dorong Tanah Wakaf Jadi Lahan Produktif

JAKARTA — Kementerian Agama menilai sudah saatnya tanah wakaf digerakan untuk menjadi produktif.

Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Nur Syam mengatakan, wakaf seharusnya tidak terbengkalai tetapi produktif. Padangan umat Islam dinilai juga harus berubah, bukan lagi membangun madrasah di atas tanah wakaf yang kemudian terbengkalai, tapi memberdayakan dan mengembangkan. ''Semangat pemberdayaan ini sesuai Nawacita,'' kata Nur Syam.

Tanah wakaf Indonesia, kata Nur Syam, sangat luas. Masalahnya, banyak tanah wakaf yang belum dikembangkan.

''Kemenag sudah mencanangkan pemberdayaan wakaf produktif,'' ungkap Nur Syam.

Hanya saja, kalau ini dilakukan Kemenag sendiri, prosesnya akan lamban. Karena itu, butuh kerja sama dengan bank syariah untuk mempercepat wakaf lebih produktif untuk berdayakan masyarakat.

Dari data Sistem Informasi Wakaf Kementerian Agama RI (Siwak), ada 38.930,54 hektare tanah wakaf yang tersebar di 238.711 lokasi dan 67,58 persen di antaranya sudah bersertifikat.

Berdasarkan luas tanah, Provinsi Sumatera Utara dan Aceh memiliki tanah wakaf terluas, masing-masing 7.202,14 hektare dan 7.135,93  hekatare. Sementara dari sebaran lokasi, Provinsi Jawa Tengah mempunyai sebaran tanah wakaf terbanyak yakni di 72.500 lokasi. Di sisi peruntukan, mayoritasnya digunakan untuk masjid (43,69 persen), mushala (30,15  persen), dan sekolah (10,59 persen).[] Sumber: republika.co.id

Baca juga: