Selasa, Juni 25, 2024

Yayasan HAkA Minta APH...

BANDA ACEH - Berdasarkan pemantauan yang dilakukan Yayasan Hutan Alam dan Lingkungan Aceh...

HUT Ke-50, Pemkab Agara-Bulog...

KUTACANE - Momentum HUT Ke-50, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tenggara bekerja sama dengan...

Pemilik Gading Gajah Super...

BLANGKEJEREN - Satreskrim Polres Kabupaten Gayo Lues berhasil mengungkap kasus kepemilikan dua gading...

YARA Minta Polisi Transparan...

ACEH UTARA - Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) mendesak kepolisian serius menangani kasus...
BerandaNewsKesbangpol Aceh Gelar...

Kesbangpol Aceh Gelar FGD di Aceh Barat

BANDA ACEH – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Aceh menyelenggarakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Pembauran Kebangsaan di Kabupaten Aceh Barat pada hari ini, Kamis, 27 September 2018 di Aula Kantor Kesbangpol Kabupaten Aceh Barat.

Peserta seluruhnya berjumlah 20 orang yang terdiri dari Forum Pembauran Kebangsaan Kabupaten Aceh Barat, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Pemuda dan Tokoh Perempuan.

Kepala Badan Kesbangpol Aceh yang diwakili oleh Kabid Ideologi, Wasbang dan Karakter Bangsa, Hasrulsyah, SE dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan FGD Pembauran Kebangsaan ini terselenggara atas kerja sama Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat

FGD bertujuan untuk mendengarkan permasalahan-permasalahan yang terjadi di Kabupaten Aceh Barat dan dapat menjadi cikal-bakal konflik antar suku, ras, etnis maupun golongan lainnya, diharapkan dengan adanya kegiatan seperti ini diharapkan semua permasalahan tersebut mendapatkan solusi.
 
“Jika anda mendengar isu-isu negatif yang berpotensi konflik, mari kita diskusikan agar dapat kita antisipasi sehingga konflik tidak terjadi,” pinta Hasrulsyah. 

Kegiatan tersebut dibuka oleh Kabag Humas Setdakab, Drs. Muharir, dalam sambutannya, bupati mengharapkan peserta dapat memberikan pandangan-pandangan dan ide-ide kreatif dalam rangka mewujudkan situasi dan kondisi yang aman, nyaman dan kondusif.

Serta dapat menghasilkan bahan penyusunan rekomendasi untuk kebaikan dan kemajuan Kabupaten Aceh Barat di masa yang akan datang.

Pada akhirnya Bupati berharap agar kaum minoritas dapat memahami kaum mayoritas, sehingga ketentraman dalam kehidupan beekebangsaan dapat terwujud. [] (*)

Baca juga: