Minggu, Juli 21, 2024

Tokoh Masyarakat Kota Sigli...

SIGLI - Para tokoh masyarakat dari 15 gampong dalam Kecamatan Kota Sigli menyatakan...

Tim Polres Aceh Utara...

LHOKSUKON – Kapolres Aceh Utara AKBP Nanang Indra Bakti, S.H., S.I.K., bersama jajarannya...

Pasar Malam di Tanah...

SIGLI - Kegiatan hiburan Pasar Malam yang digelar di tanah wakaf Tgk. Dianjong,...

Tutup Dashat, Kepala DPMPPKB...

ACEH UTARA – Kegiatan Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) yang dilaksanakan secara serentak...
BerandaNewsKeterbatasan Ekonomi, Warga...

Keterbatasan Ekonomi, Warga Pidie Jaya Ini Dipulangkan dari Jakarta

JAKARTA – Warga asal Pidie Jaya, Sjamsul Bahri (55) mengalami keterbatasan ekonomi akhir-akhir ini, setelah 20 tahun lebih mencari nafkah di Ibukota Jakarta. Sehingga ia berkeinginan pulang ke kampung halamannya.

Pemerintah Aceh melalui Badan Penghubung Pemerintah (BPPA) membantu meringankan bebannya dengan memfasilitasi pemulangan warga Baro Nyong, Kecamatan Bandar Baru, Pidie Jaya ini, yang akan diberangkatkan dengan menumpangi bus Putra Pelangi melalui Terminal Pulo Gebang, Jakarta Timur, Selasa, 30 Agustus 2022.

Kepala BPPA Akkar Arafat mengatakan memfasilitasi pemulangan warga Aceh yang terhimpit ekonomi selama di perantauan merupakan tugas BPPA dalam hal melayani masyarakat Aceh di sini.

“Memperhatikan serta mengurus masyarakat Aceh kurang mampu di Jabodetabek dan sekitarnya juga amanah dari pimpinan yaitu Bapak Pj Gubernur Aceh,” kata Akkar.

Ia menambahkan dengan memfasilitasi pemulangan warga Aceh kurang mampu di perantauan, mudah-mudahan bisa meringankan mereka yang sangat membutuhkan, seperti yang dirasakan warga Pidie Jaya tersebut.

Sekretaris Taman Iskandar Muda (TIM) cabang Ciputat, Mahdi M. Yunus yang merekomendasi pemulangan warga Pidie Jaya itu mengaku bahwa Sjamsul Bahri akhir-akhir ini pendapatannya sudah tak seimbang dibandingkan dulu.

“Makanya ia ingin pulang ke Aceh dan meminta bantuan, karena mempunyai masalah ekonomi. Pemasukan dan pengeluarannya sudah tidak seimbang lagi,” katanya.

Ia menyebutkan Sjamsul Bahri yang sudah menetap di Ibukota 20 tahun lebih, selama ini hanya berjualan seperti bohlam lampu, serta menerima servis pompa air di kawasan Legoso Raya, Ciputat, Tangerang Selatan.

“Dia tinggal dan jualan di ruko yang disewakan selama ini bersama isterinya. Tapi isterinya sudah duluan pulang ke Aceh,” katanya.

Dengan bantuan pemulangan bagi Sjamsul Bahri, ia menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Aceh khususnya Badan Penghubung Pemerintah Aceh di Jakarta.[](ril)

Baca juga: