Jumlah kasus Corovirus disease 2019 di Aceh terus meningkat. Total kasus Covid-19 di Tanah Rencong ini telah mencapai 19.241 orang per 30 Juni 2021. Selain menggencarkan sosialisasi protokol kesehatan, Pemerintah Aceh juga melaksanakan vaksinasi massal yang sudah diikuti 11.750 orang per 29 Juni 2021. Kegiatan tersebut juga digelar pemerintah kabupaten dan kota di Aceh. Antusiasme masyarakat mengikuti vaksinasi cukup tinggi.

Yus, 48 tahun, datang ke Lapangan Hiraq, Kota Lhokseumawe, Aceh, 15 Juni 2021. Warga Desa Hagu Barat Laut, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, ini kemudian mengantre untuk divaksin. Selain Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemko Lhokseumawe dan pelayan publik dari instansi vertikal, juga tampak ramai masyarakat yang mengikuti vaksinasi massal, salah satunya Yus.

“Saya minta divaksin atas kesadaran sendiri, tanpa paksaan atau disuruh pihak pemerintah. Saya minta divaksin untuk memperkuat kekebalan tubuh saya, sehingga paling tidak, tidak mudah kena covid. Kebetulan beberapa minggu sebelumnya saya sempat mengalami tipes. Jadi, saya pikir dengan divaksin maka kekebalan tubuh saya akan lebih baik,” ujar Yus ditemui wartawan di kediamannya, 30 Juni 2021, tepat 15 hari setelah dia mengikuti vaksinasi massal.

Yus mengaku tidak mengalami efek samping apapun usai divaksin hingga sekarang. “Yang saya rasakan sampai hari ini, alhamdulillah, lebih sehat, dan tetap bugar. Karena saya juga selalu menjaga kesehatan dengan makan teratur, menjaga gizi seimbang, tidur cukup, dan rutin berolahraga. Yang paling penting menambah kepercayaan diri saya setelah divaksin,” tuturnya.

“Tentu saya dan kita semua juga harus terus menerapkan prokes (protokol kesehatan) sesuai anjuran pemerintah agar tidak tertular virus corona meski sudah divaksin,” kata Yus yang sudah lama mengelola siaran salah satu radio swasta.

Di Kota Lhokseumawe, pemerintah setempat bekerja sama dengan unsur TNI dan Polri mulanya menggelar vaksinasi massal di Lapangan Hiraq, 3-7 Juni 2021. Setelah itu, kegiatan vaksinasi Covid-19 di tempat terbuka tersebut terus dilanjutkan secara bertahap.

“Sasarannya, selain pelayan publik, warga pralansia dan lansia, juga untuk masyarakat umum. Bagi warga yang tidak bisa hadir ke sini (Lapangan Hiraq), maka di Puskesmas juga dilaksanakan kegiatan vaksinasi,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe, Said Alam Zulfikar, 3 Juni 2021.

Menurut Said, rangkaian kegiatan ini salah satu bentuk sosialisasi kepada masyarakat bahwa vaksin itu sangat diperlukan di tengah kondisi Covid-19. “Kita selalu mengimbau kepada masyarakat bahwa covid ini memang nyata adanya, karena sudah banyak korban Covid-19 yang meninggal dunia. Makanya peran serta dari semua pihak tentunya sangat kita harapkan, karena vaksin ini ditujukan bukan hanya kepada masyarakat, tapi pejabat Pemko Lhokseumawe yang lulus skrining juga sudah divaksin semua,” ujarnya.

Polres Lhokseumawe dan Kodim 0103 Aceh Utara bersama instansi lainnya melaksanakan Serbuan Vaksinasi Covid-19 untuk menyukseskan program pemerintah yang menargetkan satu juta orang vaksin per hari secara nasional. Kegiatan vaksinasi itu dalam rangka memperingati HUT ke-75 Bhayangkara digelar di Lapangan Hiraq, Lhokseumawe, Sabtu, 26 Juni 2021.

“Di wilayah hukum Polres Lhokseumawe ada 21 titik atau lokasi vaksinasi massal. Target vaksinasi dalam rangka HUT Bhayangkara kalau bisa tercapai di atas 3.000 orang, dan sasarannya ASN maupun masyarakat umum. Sedangkan vaksinasi yang dilakukan pemerintah sejak 3 hingga 22 Juni 2021 sudah lebih 20 ribu orang di wilayah hukum Polres Lhokseumawe,” kata Kapolres Eko Hartanto didampingi Dandim 0103 Aceh Utara, Letkol Arm Oke Kistiyanto, Sekda Lhokseumawe, T. Adnan, dan Kepala Dinas Kesehatan Lhokseumawe, Said Alam Zulfikar.

Untuk diketahui, memperingati Hari Ulang Tahun ke-75 Bhayangkara, Kepolisian Republik Indonesia menggelar vaksinasi massal bagi satu juta lebih rakyat Indonesia. Vaksinasi digelar serentak dan dikoordinir Polda di seluruh daerah di Indonesia.

Dari Jakarta, Presiden Joko Widodo bersama Panglima TNI dan Kapolri meninjau langsung proses vaksinasi di Stadion Gelora Bung Karno Jakarta. Presiden kemudian menyapa para pimpinan Forkopimda seluruh provinsi melalui aplikasi zoom. Kepada Pangdam dan Kapolda, Jokowi berpesan agar mendampingi pemerintah daerah dalam proses vaksinasi.

“Utamanya dalam mendisiplinkan masyarakat menjalankan protokol kesehatan. Tindakan lapangan dalam penerapan protkes ini sangat penting,” kata Jokowi.

Dari Banda Aceh, vaksinasi digelar di Gedung Banda Aceh Conventions Hall, Lampineung. Vaksinasi yang digelar berbarengan dengan vaksinasi massal Pemerintah Aceh itu, mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Terlihat seribuan lebih masyarakat datang ke gedung BIMAC itu. Mereka mengantre dengan tertib, duduk dengan mengatur jarak, mulai dari dalam gedung hingga di halaman luar gedung.

Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh, yang juga Ketua Bidang Komunikasi Publik Satgas Covid-19 Aceh, Muhammad Iswanto, mengatakan secara berkala semua petugas pelayanan publik di Aceh akan divaksin. “Mudah-mudahan ini menjadi ikhtiar kita menghilangkan covid dari Aceh,” kata Iswanto saat vaksinasi massal digelar Pemerintah Aceh, di Gedung Banda Aceh Conventions Hall, 26 Juni 2021.

Vaksinasi massal itu menyasar pelayan publik yaitu guru dan tenaga kependidikan yang bertugas di Sekolah Menengah Atas maupun Sekolah Menengah Kejuruan di Banda Aceh. “Usaha bersama vaksinasi ini bagian dari ikhtiar kita melawan dan memutuskan mata rantai covid-19 di Aceh,” tambah Iswanto.

Dalam keterangannya pada 30 Juni 2021, Iswanto mengatakan sebanyak 11.750 orang telah mengikuti vaksinasi massal yang digelar Pemerintah Aceh per 29 Juni 2021.

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUDZA), dr. Isra Firmansyah, mengatakan manfaat vaksin Covid-19 dalam mencegah gejala sedang hingga sangat berat tercatat mencapai 90 persen.

Menurut Isa, meskipun vaksin tidak mencegah terjadinya penularan Covid-19, tapi dapat mengurangi gejala berat akibat terpapar virus corona itu. “Dengan adanya vaksin maka potensi seseorang untuk bergejala atau jatuh sakit dengan kondisi parah ketika tertular virus corona dapat dikurangi,” ujar Isa saat berbagi pengalamannya sebagai penyintas Covid-19 yang sudah menerima suntikan vaksin.

Hal tersebut disampaikan Isra dalam rapat koordinasi vaksinasi ASN bersama jajaran Kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) digelar secara virtual dari Kantor Gubernur Aceh, 21 Juni 2021.

Isra menjelaskan setiap orang yang sudah divaksin masih memiliki peluang untuk tertular virus corona apabila abai menerapkan protokol kesehatan. Ia menyarankan semua pihak untuk disiplin memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan meskipun sudah divaksin.

Hal senada juga disampaikan dr. Makhrozal, Direktur Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Aceh. Sebagai penyintas Covid-19 yang sudah sembuh ia sangat merasakan manfaat dari vaksinasi. Ia mengatakan, berkat adanya vaksinasi gejala sakit akibat virus corona dapat ditekan sekecil mungkin.

“Satu hal yang perlu kita pahami dari manfaat vaksin Covid-19, yaitu untuk mencegah timbulnya gejala sedang hingga berat pada pasien yang terinfeksi virus corona,” kata Makhrozal.

Sementara itu, kasus aktif Covid-19 Aceh saat ini sudah mencapai 3.810 orang, dan 11 orang dilaporkan meninggal dunia. “Kasus aktif adalah kasus positif Covid-19 yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit rujukan atau isolasi mandiri,” kata Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Aceh, Saifullah Abdulgani alias SAG, Rabu, 30 Juni 2021.

SAG menjelaskan, sebagian besar kasus aktif tersebut merupakan pasien tanpa gejala atau “hanya” mengalami gejala ringan dan tidak membutuhkan perawatan rumah sakit rujukan Covid-19. Akan tetapi, wajib melakukan isolasi mandiri di rumahnya sesuai protokol penanganan medis penderita Covid-19 tanpa gejala, di bawah pantauan tenaga Puskesmas terdekat.

“Apabila dalam masa isolasi mandiri selama 14 hari itu timbul gejala, atau gejalanya meningkat, hendaknya segera melaporkan melalui alat komunikasi kepada geuchik selaku Ketua Satgas Penanganan Covid-19 gampong/desa, atau langsung menghubungi petugas kesehatan Puskesmas untuk mendapat penanganan kesehatan lebih lanjut,” tutur SAG.

SAG menyebut semakin cepat ditangani gejala yang muncul atau gejala yang meningkat tersebut kian kecil risiko sakit parah yang dapat berakibat fatal. “Selama isolasi mandiri sangat dianjurkan membangun komunikasi terus menerus dengan Posko Covid-19 Gampong untuk bantuan cepat,” tuturnya.

Menurut SAG, Pak Geuchik (Kepala Desa) dan Relawan Covid-19 Gampong tidak membiarkan pasien isolasi mandiri tanpa pemantauan dan pengawasan. Perhatian yang diberikan oleh tokoh dan masyarakat sekitar merupakan suplement gizi sosial yang dapat meningkatkan imunitas dan percepatan pemulihan kesehatan penderita Covid-19.

Selain itu, pemantauan dan pengawasan itu juga sangat urgent agar penderita Covid-19 tersebut melakukan isolasi sesuai protokol dan tidak ada yang berkeliaran ke ruang publik. Sebab, pasien isolasi mandiri merupakan sumber penularan virus corona, karena itu perlu saling membantu dan menguatkan agar isolasi mandiri itu dapat dijalani secara disiplin.

“Budaya saling membantu antarwarga memiliki fungsi sangat strategis dalam masa Pandemi Covid-19 ini. Membantu mereka yang isolasi mandiri sekaligus melindungi diri kita dari ancaman virus corona—selain mendapat berkah ibadah dari Allah SWT,” ujarnya.

Lebih lanjut SAG melaporkan kasus akumulatif Covid-19 di Aceh, per 30 Juni 2021, telah mencapai 19.241 orang. Para penyintas Covid-19, (penderita yang sembuh) sebanyak 14.624 orang. Pasien yang sedang dirawat 3.810 orang, dan kasus meninggal dunia secara akumulatif sudah mencapai 807 orang.

SAG memaparkan data akumulatif kasus probable, yakni sebanyak 871 orang, meliputi 741 orang selesai isolasi, 50 orang isolasi di rumah sakit, dan 80 orang meninggal dunia. Kasus probable yakni kasus yang gejala klinisnya menunjukkan indikasi kuat sebagai Covid-19, jelasnya. Sedangkan kasus suspek secara akumulatif tercatat sebanyak 9.528 orang. Suspek yang telah usai isolasi sebanyak 9.340 orang, sedang isolasi di rumah 159 orang, dan 29 orang sedang diisolasi di rumah sakit, pungkasnya.

Yus berharap semakin banyak warga yang atas kesadaran sendiri mengikuti vaksinasi Covid-19. “Vaksin ini untuk kebaikan kita semua. Saya sudah merasakan manfaatnya. Setelah divaksin, jangan lupa tetap mengikuti protokol kesehatan, karena untuk kebaikan kita semua juga,” ucapnya.[](*)