BANDA ACEH – Ketua Komite Daerah Otonomi Baru (DOB) Kota Panton Labu, Hendra Nurdin, menyerahkan berkas proposal Persiapan Pemekaran Calon DOB Kota Panton Labu kepada Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Tgk. H. Muharuddin, S.Sos.I, di ruang kerjanya, Jumat, 20 Juli 2018.
“Kami yakin dan percaya, di daerah, hari ini, semua kita kompak, mulai pemuda, pengusaha, kalangan politisi, dan mahasiswa-mahasiswa yang belajar di Banda Aceh,” kata Hendra usai penyerahan proposal itu.
Hendra mengklaim bahwa beberapa fraksi di DPRK Aceh Utara termasuk dari Partai Aceh mendukung dan merestui perjuangan untuk melahirkan Pemerintah Kota Panton Labu, pemekaran dari Kabupaten Aceh Utara. Hendra berharap pada Agustus nanti pihaknya sudah mengantongi hasil paripurna DPRK.
“Dari provinsi, selambat-lambatnya kami sangat berharap pada bulan sembilan atau sebelum Desember. Bila segalanya telah selesai, akan dikemas dan akan segera diteruskan ke pusat,” kata Hendra.
Hendra menyebutkan, kecamatan yang akan masuk ke dalam wilayah calon DOB itu adalah Kecamatan Baktiya, Seuneudon, Tanah Jambo Aye, Langkahan, dan Baktiya Barat.
“Dengan adanya upaya ini nantinya (jika terbentuk) maka Pemkot Panton Labu bisa mengambil dana APBN untuk membangun wilayah yang tertinggal itu,” katanya.
Lokasi untuk pusat pemerintahan jika DOB itu terbentuk, menurut Hendra, berada di Baktiya Barat. “Di daerah tersebut akan dibangun berbagai fasilitas, rumah sakit, kantor wali kota dan lain-lain. Dengan adanya berbagai fasilitas tersebut, akan memudahkan masyarakat dalam mengurus berbagai keperluan surat-menyurat atau kepentingan lainnya,” kata Hendra.
“Dengan memiliki luas 655 kilometer bujur sangkar, serta penduduk 148.500 jiwa dari lima kecamatan, maka usulan tersebut telah memiliki persyaratan sebagai sebuah kota. Dan tujuan dari pembuatan proposal ini supaya ada perubahan di daerah, kami pikir perubahan yang paling fundamental adalah dengan lahirnya Daerah Otonomi Baru,” kata Hendra.
Setelah menerima proposal itu, Ketua DPRA, Tgk. Muharuddin, mengatakan langkah tersebut sangat tepat, karena selama ini berdasarkan data Badan Pusat Statistik Aceh bahwa Aceh Utara termasuk daerah termiskin.
“Dengan adanya DOB Ini, ke depan Kota Panton Labu akan makmur dan sejahtera, dan saya akan berusaha memparipurnakannya dalam waktu dekat,” kata Muharuddin.[]




