JAKARTA – Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, menyatakan dirinya hanyalah korban dari praktik korupsi terkait Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) 2018. Dia menyebut dua nama yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.
“Yang terlibat proyek Syaiful dan ajudan (Bupati Bener Meriah, Ahmadi) Murti,” ujar Irwandi Yusuf usai diperiksa penyidik di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, 19 Juli 2018, seperti dilansir bisnis.com. Syaiful (T. Syaiful Bahri) merupakah salah seorang tersangka dalam kasus itu dari pihak swasta.
Irwandi menyebutkan, tidak ada bukti serta uang yang mengalir ke rekeningnya. “Tidak ada kaitan dengan saya itu. Saya tidak tahu, saya tidak minta, saya tidak nyuruh, dan saya tidak terima. Tidak ada bukti dan tidak ngalir ke rekening saya,” katanya.
Sebelumnya, Irwandi usai diperiksa KPK pada 5 Juli 2018 lalu mengatakan, “Saya tidak melakukan apapun. Tidak mengatur fee, tidak menerima fee, tidak ada janji dengan siapapun”. “Ada tuduhan gratifikasi. Saya tidak minta hadiah, saya tidak perintahkan orang untuk minta hadiah, saya tidak terima gratifikasi,” ujar Irwandi.
KPK menetapkan Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, Bupati Bener Meriah, Ahmadi, dan dua orang dari swasta, Hendri Yuzal dan T. Syaiful Bahri, sebagai tersangka dugaan suap terkait DOKA 2018.
Hubungan dengan Steffy
Sementara itu, Irwandi Yusuf tidak menyebutkan kata “profesional” terkait hubungan antara dirinya dengan model cantik asal Manado, Steffy Burase.
Sebelumnya, setelah diperiksa KPK, 18 Juli 2018, Steffy Burase mengatakan hubungannya dengan Gubernur Aceh itu tidak lebih dari hubungan profesional karena dirinya merupakan staf ahli dalam acara Aceh Marathon 2018. “Saya punya hubungan kerja dengan beliau yang sangat profesional sejak tahun kemarin,” ujar Steffy Burase.
Berbeda dengan Steffy, Irwandi tidak menyebut kata profesional terkait hubungannya dengan Steffy Burase. “Dia perannya (dalam Aceh Marathon 2018) adalah tim ahli dan kedekatan saya sebatas teman,” kata Irwandi usai diperiksa di KPK, 19 Juli 2018.
Irwandi mengatakan, Aceh Marathon 2018 tetap dapat berlangsung meskipun harus ditunda. “Karena (ada) Plt. (Gubernur Aceh), saya harap terus. Tetapi ditunda sampai 2 bulan,” ujarnya.[] Sumber: bisnis.com/Rahmad Fauzan




