BerandaBerita Aceh UtaraKetua DPRK Aceh Utara Sesalkan PTPN-I Cot Girek Dinilai Abaikan Pekerja yang...

Ketua DPRK Aceh Utara Sesalkan PTPN-I Cot Girek Dinilai Abaikan Pekerja yang Jadi Korban Pengeroyokan

Populer

LHOKSUKON – Ketua DPRK Aceh Utara, Arafat, menyesalkan pihak PT Perkebunan Nusantara I (PTPN-I) Kebun Cot Girek yang dinilai mengabaikan pekerja perusahaan itu yang menjadi korban penganiayaan.

M. Adhari (37), petugas pengamanan PTPN-I Kebun Cot Girek, Aceh Utara, menjadi korban pengeroyokan yang dilakukan dua pria pada 28 September 2021, sore.

Sofyan Ismail alias Chombet, abang kandung M. Adhari menjumpai Ketua DPRK Aceh Utara, Arafat, di ruang kerjanya, Selasa, 5 Oktober 2021, untuk mengadukan tidak adanya kepedulian pihak PTPN-I Kebun Cot Girek terhadap M. Adhari setelah mengalami penganiayaan.

“Kita sangat menyesalkan tidak adanya perhatian apapun dari pihak PTPN-I Cot Girek untuk M. Adhari, tenaga kerja di perusahaan itu yang menjadi korban pengeroyokan. Seharusnya pihak perusahaan tersebut peduli dan membantu korban. Perusahaan harus menunjukkan rasa tanggung jawabnya kepada M. Adhari yang sudah empat tahun bekerja di perusahaan itu,” kata Arafat kepada portalsatu.com melalui telepon, Selasa sore, usai menerima pengaduan dari Sofyan Ismail.

Menurut Arafat, berdasarkan pengaduan Sofyan Ismail, adik kandungnya yakni M. Adhari dikeroyok dua pria saat korban melaksanakan tugas rutin patroli di daerah rawan pencurian Tandan Buah Segar (TBS) Kebun Unit Cot Girek.

“Adhari dikeroyok setelah menegur dua pria yang diduga sedang membawa lari berondolan sawit di perkebunan Afdeling VI PTPN I Cot Girek tepatnya di Dusun Lubuk Tilam. Kejadian ini sudah dilaporkan ke Polsek Cot Girek, dan sudah ada hasil visum terhadap korban. Tetapi pihak perusahaan itu mengabaikan, tidak peduli, bahkan tidak menanyakan kepada pihak keluarga bagaimana kondisi korban dan seperti apa lanjutannya,” ungkap Arafat.

Arafat meminta pihak perusahaan tersebut menunjukkan kepedulian sebagai bentuk rasa tanggung jawab terhadap tenaga kerja yang menjadi korban pengeroyokan. “Kita mendesak pihak PTPN-I Kebun Cot Girek memberikan perhatian dan dukungan kepada korban, meskipun kondinya saat ini mulai membaik, tapi belum bisa masuk kerja,” tegasnya.

“Jangan hanya keluarga Adhari saja yang selalu menghubungi pihak perusahaan. Sedangkan mereka tidak pernah menelepon keluarga korban untuk menanyakan kondisi korban setelah kejadian itu,” tambah Arafat.

Manajer PT Perkebunan Nusantara I Kebun Cot Girek, Irhamsyah, dihubungi portalsatu.com, Selasa sore, mengatakan M. Adhari merupakan pekerja outsourcing di bawah Kantor Pusat PTPN I Langsa yang ditempatkan di Kebun Cot Girek. “Outsourcing itukan pihak di Langsa yang tahu, tapi kita ada iktikad baik atau kepedulian,” ucapnya.

“Sebelumnya saya juga ada memberikan sedikit uang kepada mereka (keluarga korban) untuk pergi ke Langsa guna menjumpai pihak di sana agar diproses, cuma tanggapannya kurang baik. Bahkan, saya sudah serahkan pelaku pemukulan itu kepada pihak Polsek Cot Girek, tadi pagi (Selasa), kami jemput ke rumahnya bersama Pak Kapolsek Cot Girek. Pelakunya itu orang di kawasan Cot Girek, dengan menyerahkan diri juga kepada pihak kepolisian,” ujar Irhamsyah.

Irhamsyah menambahkan pihaknya sudah merespons atas kejadian tersebut dengan menyarankan pihak keluarga korban agar juga melaporkan kepada pihak yang menangani pekerja outsourcing sebagai penanggung jawab. “Artinya, kontraknya itu di Kantor Pusat PTPN I Langsa. Karena untuk proses gajinya pun dari Langsa, hanya saja bertugas di PTPN I Cot Girek. Artinya, transfer gajinya itu tidak dari perusahaan kebun di Cot Girek,” tuturnya.

“Perlu diketahui bahwa PTPN-I Cot Girek merupakan unit dari perusahaan kantor pusat di Langsa, sehingga yang mengatur semua itu dari kantor pusat. Intinya, ada empati atau kepedulian kami terhadap korban. Bahkan, kita menegosiasi dengan orang tua pelaku untuk dapat diserahkan kedua pelaku pemukulan itu kepada pihak kepolisian,” tambah Irhamsyah.[]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terkait

Berita lainya