TAKENGON – Ketua Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Aceh, Ustaz Dr. Muhammad Yusran Hadi,, Lc., M.A., tampil sebagai penceramah safari Ramadhan di Masjid Besar Kecamatan Pegasin, Kota Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, Sabtu, 9 April 2022, malam. Safari Ramadhan Pemerintah Aceh itu dihadri Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh, Ir. Cut Huzaimah, M.P., bersama rombongan yang turut menyalurkan bantuan untuk masjid.

Dalam ceramahnya, Ustaz Yusran menyampaikan pesan dari Gubernur bahwa Pemerintah Aceh sudah melakukan berbagai hal yang krusial dalam upaya-upaya mencegah kemudharatan dan menciptakan kemashlahatan. “Melalui program BEREH (Bersih Rapi Estetis dan Hijau) berhasil menjadi slogan yang memengaruhi alam bawah sadar masyarakat Aceh menjadi peduli terhadap kebersihan diri dan lingkungan”.

“Program BEREH lebih luas dalam sektor lain Pemerintah Aceh berupaya keras membangun akses jalan-jalan di pedalaman serta akses penyeberangan antarkepulauan. Masih dalam konteks yang sama, Pemerintah Aceh juga intens dalam mengakampanyekan metode pencegahan dan penagulangan Covid-19. Semua bertujuan agar ekonomi masyarakat Aceh mengalami peningkatan dan hidup bisa lebih sejahtera dan sehat,” ujarnya.

Selain itu, gubernur juga berpesan agar masyarakat jangan mudah termakan hoax yang saat ini sangat mudah menyebar luas melalui berbagai media. Kabar bohong dapat mengacam persatuan dan kesatuan bangsa dan negara. “Montentum Ramadhan ini memberi pelajaran kepada kita untuk menjaga diri dari maksiat termasuk meninggalkan hoax,” tuturnya.

Ustaz Yusran yang juga Anggota Ikatan Ulama dan Da’i Asia Tenggara menyampaikan ceramahnya dengan meminta umat Islam untuk bergembira dan bersyukur dengan kedatangan bulan Ramadhan 1443 H kali ini. Bersyukur dengan mengisi hari-hari Ramadhan ini dengan berpuasa dan memperbanyak melakukan ibadah dan amal saleh.

“Ini nikmat yang besar yang Allah ta’ala berikan kepada kita. Maka wajib bersyukuri dengan melakukan kewajiban puasa, tadarus Alquran, dan memperbanyak melakukan ibadah-ibadah sunat khususnya shalat Tarawih dan Witir serta amal saleh khususnya infak atau sedekah, memberi makan sahur, memberi bukaan puasa dan lainnya.”

“Berapa banyak saudara kita yang ingin dan berharap bertemu dengan bulan Ramadhan 1443 H kali ini, namun Allah ta’ala tidak mengizinkannya karena telah memanggilnya terlebih dahulu sebelum kedatangan Ramadhan. Begitu pula berapa banyak orang sakit sehinga tidak bisa menjalankan ibadah puasa dan ibadah lainnya di bulan Ramadhan ini. Jadi, kita termasuk orang-orang pilihan. Kita dipertemukan dengan Ramadhan,” jelas Ustaz Yusran yang juga Anggota bidang Pakar Parmusi Aceh.

Untuk itu, kata Ustaz Yusran, jika Ramadhan tahun lalu masih banyak kekurangan kita dalam beribadah dan beramal saleh, maka Ramadhan tahun ini merupakan peluang dan kesempatan yang diberikan Allah ta’ala untuk memperbaikinya sehingga dapat meraih keutamaan Ramadhan.

“Allah ta’ala telah mempertemukan kita dengan Ramadhan 1443 H. Maka Ramadhan tahun ini momentum yang tepat untuk kita memperbaiki segala kekurangan kita dalam beribadah dan beramal saleh di bulan Ramadhan tahun lalu baik karena malas, sibuk atau karena sakit, dengan melakukannya secara optimal pada bulan Ramadhan tahun ini, agar kita dapat meraih berbagai keutamaan Ramadhan yang disediakan oleh Allah ta’ala di bulan Ramadhan tahun ini,” ujar Ustaz Yusran.

Ketua PC Muhammadiyah Syah Kuala Kota Banda Aceh ini memberikan semangat dan motivasi beribadah dan beramal saleh kepada umat Islam khususnya para jemaah dengan menjelaskan berbagai keutamaan bulan Ramadhan dan cara meraih keutamaan tersebut.

“Banyak keutamaan yang dimiliki bulan Ramadhan sehingga Rasul saw menjulukinya sebagai Sayyidusy Syuhur (Penghulu Segala Bulan). Di antara keutamaannya, Ramadhan adalah bulan keberkahan. Maknanya, pahala ibadah dan amal saleh di bulan Ramadhan dilipatgandakan”.

“Dalilnya, Nabi saw bersabda: “Sungguh telah datang kepada kalian bulan yang penuh berkah. Pada bulan ini diwajibkan puasa kepada kalian.” (HR. Ahmad, An-Nasa’i dan Al-Baihaqii).”

“Nabi saw juga bersabda, “Wahai manusia, telah datang kepada kalian bulan yang agung dan penuh berkah. Di dalamnya terdapat satu malam yang nilai (ibadah) di dalamnya lebih baik dari seribu bulan. Allah menjadikan puasa pada siang harinya sebagai sebuah kewajiban, dan menghidupkan malamnya sebagai perbuatan sunnah. Barangsiapa yang mendekatkan diri (kepada Allah) dengan satu kebaikan (pada bulan ini), maka ia seperti mengerjakan satu perbuatan wajib pada bulan lainnya. Dan barangsiapa yang mengerjakan satu perbuatan wajib pada bulan ini, maka ia seperti mengerjakan tujuh puluh kebaikan di bulan lainnya.” (HR. Al-Baihaqi)”

Ustaz Yusran mengatakan berdasarkan hadis-hadis tersebut, ibadah dan amal saleh di bulan Ramadhan diberi balasan pahala yang berlipat ganda.

“Inilah keberkahan bulan Ramadhan, yaitu dilipatgandakan pahala. Tentunya keberkahan pahala ini akan diperoleh jika dilakukan dengan ikhlas dan sesuai dengan sunah atau petunjuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.” ujar Dosen Fiqh dan Ushul Fiqh pada Pascasarjana UIN Ar-Raniry itu.

Ustaz Yusran juga menjelaskan keutamaan lain bulan Ramadhan yaitu Bulan Pengampunan Dosa (Syahrul Maghfirah) beserta dalilnya.

“Keutamaan lain bulan Ramadhan adalah bulan pengampunan dosa atau disebut juga dengan Syahrul Maghfirah. Dinamakan Syahrul Maghfirah karena pada bulan Ramadhan ini Allah ta’ala menghapus dosa-dosa hamba-Nya yang telah lalu dengan melakukan ibadah puasa Ramadhan, shalat Tarawih dan Witir.”

“Dalilnya, hadits Nabi saw, “Barangsiapa berpuasa Ramadhan dengan keimanan dan mengharapkan pahala (dari Allah ta’ala), niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (Muttafaq ‘alaih)”.

“Nabi saw juga bersabda, “Barangsiapa yang melakukan qiyam Ramadhan (shalat Tarawih dan Witir) dengan keimanan dan mengharapkan pahala dari Allah, niscaya diampuni dosa-dosa yang lalu.” (Muttafaq ‘alaih),” sebut Ustaz Yusran yang juga Doktor Fiqh dan Ushul Fiqh International Islamic University Malaysia (IIUM).

“Selain itu, masih banyak lagi keutamaan bulan Ramadhan lainnya yaitu bulan rahmat, bulan ibadah, bulan takwa, bulan itqun minan nar (pembebasan dari api neraka), bulan Alquran, bulan agung dan kemuliaan, dan sebagainya, yang tidak mungkin saya jelaskan dalam waktu yang sangat singkat ini.”

“Berbagai keutamaan bulan Ramadhan ini hanya diberikan kepada orang-orang yang berpuasa dan menghidupkan Ramadhan dengan tadarus Alquran, memperbanyak melakukan shalat sunat khususnya Tarawih dan Witir, berinfak atau bersedekah, memberi makanan sahur dan bukaan puasa, dan amal saleh lainnya,” tegas Ustaz Yusran.

Sebagai penutup taushiahnya, Ustaz Yusran mengajak umat Islam khususnya para jemaah Masjid Besar Istiqamah Kecamatan Pegasin Kota Takengon untuk memperbanyak ibadah dan amal saleh di bulan Ramadhan ini.

“Berbagai keutamaan Ramadhan ini sepatutnya memberikan semangat dan motivasi kepada kita untuk memperbanyak ibadah, baik ibadah wajib seperti puasa, shalat lima waktu berjama’ah bagi laki-laki dan bertadarus Alquran, maupun ibadah sunah seperti memperbanyak shalat-shalat sunat khususnya Tarawih dan Witir serta memperbanyak amal saleh berupa infak atau sedekah, memberi makanan sahur dan bukaan puasa, menolong orang lain, dan sebagainya. Semoga Allah menerimanya. Aamiin,” pungkasnya.

Ustaz Yusran merupakan salah seorang anggota Tim Safari Ramadhan 1443 H Permerintah Aceh yang diwakili Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Provinsi Aceh ke Takengon, Ibukota Kabupaten Aceh. Safari ini berlangsung tiga hari, 7 – 9 April 2022. Kunjungan safari atas nama Pemerintah Aceh ini diwakili Kadis Pertanian dan Perkebunan Aceh, Cut Huzaimah, beserta rombongan Distanbun Aceh.

Sejumlah kegiatan safari difokuskan di Masjid Besar Istiqamah Kecamatan Pegasin Takengon berupa penataan taman masjid, dengan melakukan penanaman bibt aplukat serta penanaman pohon bunga baik yang ditanam di tanah maupun di dalam pot. Juga pembersihan lantai di sekeliling teras masjid, dan membersihkan kaca jendela masjid. Selain itu memfasilitasi pengadaan lampu emergency (sorot) empat buah. Buka puasa bersama, melakukan shalat Maghrib, Isya, Tarawih dan Witir secara berjemaah, menyantuni anak yatim, dan memberi bantuan untuk masjid.

Tim safari memberikan sejumlah bantuan diserahkan Kadis Pertanian dan Perkebunan Aceh, Cut Huzaimah, kepada anak-anak yatim dan masjid yang disaksikan Kadis Pertamian Aceh Tengah, Ir. Nasrun Liwanza, Kadis Perkebunan, Ir. Sabrin, Camat Pegasin, dan kepala desa, tokoh masyarakat serta jemaah shalat Isya, Tarawih dan Witir di Masjid Besar Istiqamah Pegasin Takengon pada kegiatan Safari Ramadhan.

Kadis Pertanian Aceh Tengah, Nasrun mewakili Pemerintah Aceh Tengah sangat mengapresiasi kegiatan Tim Safari Ramadhan Pemprov Aceh di Masjid Istiqamah Pegasin yang diwakili Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh.

“Kegiatan safari diharapkan dapat memotivasi masyarakat pentingnya menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan serta meningkatkan budaya gotong-royong. Selain itu juga mendapatkan ilmu dan pencerahan agama dari ustaz penceramah,” ujar Nasrun

Adapum bantuan diberikan Tim Safari Distanbun Aceh adalah uang tunai Rp21.340.000, santunan anak yatim sebanyak 17 orang, Alquran sebanyak 21 eks, mukena sebanyak 10 pcs, kain sarung 2 pcs, bunga hias 50 batang, dan bibit tanaman alpokat 34 batang.[](ril)