SUBULUSSALAM – Ketua TP PKK Kota Subulussalam  Hj. Mariani Harahap, S.E meminta semua pihak mulai SKPK, muspida, muspika dan PKK kecamatan ikut serta membantu mensukseskan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) 2022.

“Kami berharap agar program BIAN ini mencapai target demi mencegah penyakit berbahaya bagi generasi Subulussalam mendatang,” kata Ketua TP PKK Kota Subulussalam, Hj. Mariani Harahap saat membuka Workshop dan Pencanangan BIAN yang dilaksanakan Dinas Kesehatan Kota Subulussalam di Hermes One, Selasa, 7 Juni 2022.

Dikatakan, Bulan Imunisasi Anak Nasional adalah kegiatan pemberian imunisasi tambahan Campak Rubella. Pada program ini juga pemberian imunisasi kejar pada anak yang belum memdapatkan imunisasi lengkap atau tertunda dengan tujuan untuk melindungi anak – anak dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi ( PD3I).

“Kegiatan ini merupakan program pemerintah pusat yang dikemas dalam Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) di Tahun 2022,” kata Mariani Harahap.

Ketua TP PKK Kota Subulussalam, Hj. Mariani Harahap saat membuka Workshop dan Pencanangan BIAN yang dilaksanakan Dinas Kesehatan Kota Subulussalam di Hermes One, Selasa, 7 Juni 2022.

Menurut Mariani, imunisasi bagi anak merupakan hal yang sangat penting, agar semua anak di Indonesia, khususnya di Bumi Syekh Hamzah Fansuri ini mendapatkan imunisasi dasar lengkap.

Karena itu, Mariani mengimbau dinas terkait, unsur muspika, PKK Kecamatan untuk ikut mensukseskan program BIAN ini sehingga tepat sasaran dan berjalan dengan baik sebagaimana yang ditargetkan Dinas Kesehatan Kota Subulussalam.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Subulussalam, Munawaroh, SSi, Apt, M.Kes mengatakan sasaran imunisasi yaitu anak usia 9 bulan hingga 59 bulan atau balita. Sementara untuk imunisasi kejar anak usia di atas 5 tahun sampai 15 tahun dilakukan di sekolah-sekolah.

Adapun manfaat imunikasi yakni mencegah penyakit campak, rubella, polio, difteri, pertusis (batuk rejan), Hepatitis B, pneumonia (radang paru), dan meningitis (radang selaput otak).
Tanpa adanya semua vaksin ini, anak-anak bisa terkena penyakit-penyakit berbahaya yang dapat mengakibatkan kematian.[]