SIGLI – Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kabupaten Pidie menggelar simulasi pemungutan suara dan training teknis pemungutan dan penghitungan suara (pungut-hitung) kepada Panitia Pemungutan Suara (PPS) selama empat hari, 8-11 November 2024.
Kegiatan yang digelar di Gedung Meusapat Urueng Pidie itu melibatkan peserta dari PPK, PPS dan Panwaslih bertujuan memberi pemahaman bagi para petugas tentang teknis pelaksanaan tugas di Tempat Pemungutan Suara (TPS) baik pra, saat, dan setelah pemungutan suara.
Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan KIP Pidie, Azhari Budiman, kepada portalsatu.com/, Ahad, 10 November 2024, menjelaskan pihaknya menggelar dua agenda kegiatan. Pada Jumat (8/11), simulasi dan sosialisasi pemungutan suara sebagai tahapan untuk memastikan kesiapan KPPS dalam melaksanakan tugas di TPS-TPS.
Dalam kegiatan tersebut, lanjut Azhari, pihaknya melibatkan 300 peserta PPS dari sejumlah kecamatan terdekat, dan PPK dari 23 Kecamatan.
"Jumat, kita gelar simulasi teknis pemungutan dan penghitungan suara yang bertujuan memberi pemahaman kepada KPPS terkait tugas-tugas yang harus mereka lakukan pada hari pemungutan dan penghitungan suara. Ini perlu dilakukan agar mereka tahu dan paham dalam menjalankan tugasnya," jelas Azhari.
Pada simulasi, lanjut Azhari, penyelenggara melaksanakan praktik langsung dengan membuat lokasi TPS dilengkapi petugas KPPS, kertas suara, dan para saksi. Praktik ini juga sebagai sosialisasi kepada KPPS tentang tata cara pelaksanaan pemilu mulai persiapan, pencoblosan hingga perhitungan sesuai aturan.
ToT PPS
Selain itu, KIP Pidie menggelar Training of Trainer (ToT) kepada seluruh PPK dan PPS di Kabupaten Pidie. Kegiatan yang berlangsung tiga hari, 9-11 November 2024, melibatkan ribuan anggota PPS dan PPK.
Azhari mengatakan kegiatan ToT juga digelar di Gedung Meusapat Urueng Pidie selama tiga hari dengan per harinya dilakukan dua sesi agar mudah diadopsi materi yang diberikan.
“ToT kita berikan kepada PPK dan PPS agar mereka bisa menyampaikan materi tata cara pungut hitung kepada KPPS yang merupakan pelaksana pemungutan dan penghitungan suara pada hari pencoblosan,” pungkas Azhari.[](Zamahsari)





