Kamis, Juli 25, 2024

Yayasan Geutanyoe Rayakan Hari...

LHOKSEUMAWE - Yayasan Geutanyoe merayakan Hari Anak Nasional tahun 2024 bersama 227 anak...

Hendry Ch Bangun Tanggapi...

JAKARTA - Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Hendry Ch Bangun menegaskan,...

Puluhan Personel Polres Aceh...

LHOKSUKON - Polres Aceh Utara melakukan tes narkoba melalui metode tes urine menggunakan...

Ini Kata Abu Razak...

BANDA ACEH – Venue atau tempat pelaksanaan pertandingan 33 cabang olahraga wilayah Aceh...
BerandaInspirasiKisah Kedermawanan Rasulullah...

Kisah Kedermawanan Rasulullah SAW

Banyak sifat mulia yang ditunjukkan Nabi Muhammad SAW. Salah satunya kedermawanan. Rasulullah SAW memiliki sifat pemberi. Begitu besar rasa empati sosial yang dimilikinya. Suatu hari, seorang perempuan menghadiahkan baju kepada beliau.

“Wahai Rasulullah,” kata perempuan itu, “aku ingin menghadiahkan baju ini untuk engkau”. Rasulullah SAW pun menerima pemberitaan itu. Rasanya bertepatan waktu. Sebab, beliau saat itu memang membutuhkan baju. Untuk menghargai sang pemberi, pakaian itu lalu dikenakannya sepulang dari masjid.

Beberapa saat kemudian, datang seorang sahabat beliau. Pria ini menyadari bahwa Nabi SAW baru saja menerima hadiah. “Wahai Rasulullah, alangkah bagusnya baju ini. Sudikah engkau memberikannya kepadaku?”

“Ya,” jawab Rasul SAW. Beliau langsung bergegas kembali ke rumah, berganti pakaian, lantas memberikan baju baru tersebut kepada sahabatnya itu.

Sesudah Nabi SAW beranjak dari tempat itu, para sahabat lain menegur orang yang telah meminta baju itu. “Padahal, kamu mengetahui bahwa Rasulullah SAW membutuhkannya. Tahukah engkau, beliau tidak akan menolak seseorang yang meminta sesuatu kepadanya?

Kisah berikutnya, pada suatu hari, beliau pergi berbelanja. Berbekal uang delapan dirham, Rasul SAW hendak membeli pakaian dan beberapa peralatan rumah tangga. Belum juga sampai di pasar, beliau mendapati seorang perempuan sedang menangis. Muslimah tersebut mengaku kehilangan uang sebesar dua dirham.

Untuk menghibur hatinya, Rasulullah SAW mengeluarkan uang dua dirham. Kepingan emas itu lantas diberikannya kepada si wanita sebagai ganti atas uang yang hilang. Uang Nabi SAW kini tinggal enam dirham. Sesudah mengucapkan salam, beliau kembali melanjutkan perjalanannya.

Di pasar, beliau berhasil membeli satu setel pakaian gamis. Saat sedang berjalan pulang, tiba-tiba Nabi SAW mendengar seorang kakek berteriak. “Barang siapa yang memberi pakaian, Allah akan mendandaninya kelak,” kata lelaki lansia berbaju compang-camping itu.

Rasul SAW langsung mendekati sumber suara itu. Didapatinya ada seorang tua yang berpakaian lusuh, tak pantas pakai. Seketika, beliau melepas gamis yang baru saja dibelinya untuk diberikan kepada pria tua tersebut.

Melanjutkan perjalanan, Rasulullah SAW berjumpa dengan seorang perempuan yang tadi diberinya dua dirham. Perempuan itu kembali mengadukan persoalannya kepada Nabi Muhammad SAW.

Kepada Rasulullah, perempuan itu bercerita soal ketakutannya dihukum majikan karena terlambat pulang. Dengan senang hati, Nabi SAW mengantar perempuan tersebut ke rumah majikannya. Sesampainya di rumah si majikan, dua kali salam beliau tak dijawab. Salam ketiga, barulah tuan rumah menjawab.

“Jika perempuan budak ini salah dan perlu dihukum, biarlah saya yang menerima hukumannya,” kata Rasulullah kepada majikan perempuan tersebut.

Mendengar ucapan tersebut, penghuni rumah tersebut terkesima. Mereka merasa mendapatkan pelajaran berharga dari Rasulullah SAW. Secara refleks mereka menyampaikan. “Budak ini merdeka karena Allah.”

Rasulullah pun bahagia mendengarnya.

Hal yang sangat disyukurinya. Dengan berbekal sedekah uang delapan dirham, ada banyak keberkahan dialaminya. Tidaklah aku melihat delapan dirham demikian besar berkahnya daripada delapan dirham ini. “Allah telah memberikan ketenteraman bagi mereka yang takut, memberikan pakaian bagi orang yang telanjang, dan membebaskan budak belian,” sabda beliau.

Nabi Muhammad SAW merupakan teladan yang sempurna. Alquran surah al-Ahzab ayat 21 menerangkan hal itu. Artinya, Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah.

[]Sumber: Islam Digest/ republika.co.id

 

Baca juga: