Ida Mawarni, (29), seorang wanita sebagai pengusaha golongan kedua. Dia merasakan sulitnya perjuangan memulai usaha dari bawah, merintis bisnis dari nol.
Saat itu, dia kesulitan mencari modal usaha meski dalam jumlah sangat kecil. Namun, dengan optimisme dan semangat pantang menyerah, dia berhasil mengembangkan Usaha Kecil Menengah (UKM) miliknya.
Berikut pengusaha muda, Ida Mawarni, asal Lhoksukon, Aceh Utara, menceritakan banyak tantangan dalam membangun sebuah usaha jika memulai dari nol alias dengan modal seadanya.
Memulai Bisnis
Sejak tahun 2015, Ida Mawarni sudah memulai bisnisnya dari hal kecil. Saat itu dia masih dalam proses penyelesaian tugas akhir kuliah, yaitu skripsi di Akademi Kesehatan (Akkes) Pemerintah Aceh Utara. Kini kampus tersebut telah berubah status menjadi Poltekes Kemenkes Aceh Prodi Keperawatan dan Prodi Kebidanan, Aceh Utara.
"Waktu itu saya mencoba memulai dengan hal kecil, yaitu menjual saldo pulsa dengan modal Rp500 ribu. Namun, tidak bertahan lama, hanya beberapa bulan saja, karena banyak orang (teman) yang berutang pulsa sehingga tidak berjalan lancar," kata Ida Mawarni, akrab disapa Mawar.
Mawar menceritakan, pada 2016, dia memulai bisnis berjualan jus buah dengan modal Rp800 ribu. Dia membuka lapak jualannya di dekat terminal bus Lhoksukon, Aceh Utara. Itu pun tidak bertahan lama karena tidak terlalu laris. Hanya berjalan sekira dua bulan.
"Saya membuka usaha itu (berjualan jus buah) karena bingung tidak tahu ingin berbuat apa. Kalau untuk mencari pekerjaan yang sesuai bidang ilmu saat kuliah itu sulit sekali bagi saya. Makanya saya berusaha untuk bisa berjualan saja, meskipun menjadi pedagang kecil. Yang terpenting ada penghasilan sendiri walau dengan jumlah sedikit," ungkap Mawar, kepada portalsatu.com/, Ahad 26 September 2021.
Beralih ke Bisnis Online
Kemudian, pada tahun yang sama (2016), Mawar mulai mencoba menggeluti bisnis online untuk berjualan pakaian wanita berupa baju dari modal awal senilai Rp500 ribu. Namun, mulanya pakaian itu tidak diperjualbelikan terlebih dahulu, tapi untuk diunggah ke media sosial Facebook guna mencari banyak pelanggan dulu.
“Artinya, pakaian berupa baju wanita itu saya posting dulu di Facebook dengan melihat perkembangannya apakah banyak yang suka atau tidak. Akan tetapi seiring berjalannya waktu ternyata ramai yang menyukainya hingga banyak orderan. Setelah itu, baru saya menyediakan atau jual baju ready secara online,” kata Mawar.
Bisnis yang seadanya pada saat itu berjalan lancar. Hal itu membuatnya berani meningkatkan usaha. Pada 2018, dia bersama kakak kandungnya berinisiatif menambah sedikit modal berjumlah Rp5 juta untuk kelancaran usaha bisnis online.
Bisnis Onlinennya Berkembang
“Alhamdulillah, ketika itu berjalan lancar usaha saya. Tapi tempat jualannya di rumah, bukan di toko. Para konsumen maka ramai yang datang ke rumah untuk membeli baju atau pakaian lainnya, karena pada saat itu pedagang online belum ramai seperti sekarang ini sehingga lebih mudah mencari pelanggan,” ungkap Mawar.
Mawar menyebutkan, adanya sedikit perkembangan dari usaha tersebut, maka modalnya pun bertambah hingga puluhan juta yang juga masih dalam proses atau merintis sebuah usaha. Kemudian, pada awal tahun 2020 dia bersama kakaknya membuka toko yang juga di kawasan Lhoksukon untuk melanjutkan usaha bisnis online tersebut.
“Alhamdulillah, sekarang saya sudah bisa berjualan di toko dengan sistem online juga. Kalau sekarang kita sudah memanfaatkan media sosial (medsos) lainnya selain Facebook, yaitu WhatsApp, Instagram maupun shopee. Terpenting kita harus setiap hari mengupdate atau memposting barang-barang jualan di medsos baik itu berupa baju, jilbab, rok, celana, tas, maupun kosmetik,” ungkap Mawar.
Menjaga Pelanggan
Menurut Mawar, menjadi sebagai pedagang online pada dasarnya tidak mudah juga, apalagi dengan kondisi saat ini sudah cukup banyak orang yang memulai bisnisnya secara online khususnya pakaian. Maka harus pandai menjaga konsumen salah satunya adalah barang yang dijual itu harus berkualitas. Artinya, hasil postingan pakaian di media sosial itu harus sesuai ketika pembeli menerima barang tersebut secara langsung, jangan sampai ada yang berbeda walau sedikit.
“Kita juga harus rajin mengunggah barang-barang terbaru, karena pakaian ini kan selalu update model terbaru. Jangan sampai ketinggalan juga mengenai itu. Pada intinya harus mampu menjaga pelanggan dengan baik supaya mereka pun puas terhadap barang yang dibeli sama kita,” ujar Mawar.
Lanjut Mawar, selama berjualan di toko itu, pernah mendapat omzet dalam satu bulan senilai Rp200 juta. Namun, terkadang juga menurun dan tidak setiap bulan juga segitu, naik turunlah. Apalagi kondisi sekarang masih dalam keadaan pandemi Covid-19, sering terkendala saat pemesanan barang dari Jakarta. Terkadang lama sampai barangnya ke sini (Aceh Utara).
Jika Barang Terlambat Datang
“Kalau kendalanya terlambat sampai barang seperti itu, tentu kita perlu penyesuaian atau menyiasati secara baik dalam berjualan. Untuk medsos yang utama saya manfaatkan sekarang dalam hal unggahan foto pakaian adalah Instagram, dengan nama akun mawar93_olshop. Juga dimanfaatkan via WhatsApp dan Facebook,” ujar Mawar.
Mawar menambahkan, pada intinya apapun usaha yang dilakukan itu, harus punya prinsip dan komitmen yang kuat. Terlebih dalam membuka sebuah usaha bisnis, memang cukup banyak tantangan dan rintangan yang dihadapi, tidak semudah dibayangkan. Ini berlaku bagi generasi muda yang mungkin sebagian ingin menggeluti dunia bisnis.
“Bagi saya, bisnis merupakan bagian dari hobi, maka saya punya semangat dalam menjalankan usaha walaupun belum begitu sukses seperti orang lain. Akan tetapi, semangat juang untuk berbisnis memang sudah ada, kuncinya itu saja. Karena untuk memulai bisnis itu bukan soal memiliki modal besar dulu, modalnya sekecil apapun bisa dan terpenting adalah cara pengelolaannya dengan baik. Dari modal kecil insya Allah berkat doa dan usaha pasti akan bertambah. Intinya komitmen serta manajemen pengelolaan keuangan atau modal bisa diatur itu akan berjalan lancar,” ungkap Mawar, wanita kelahiran 30 November 1992, itu.[]
Penulis: Muhammad Fazil, Jurnalis portalsatu.com/ untuk wilayah Aceh Utara.







