BerandaInspirasiBudayaNikmatnya Kuliner Macam Jing di Dataran Tinggi Gayo

Nikmatnya Kuliner Macam Jing di Dataran Tinggi Gayo

Populer

Macam jing kuliner khas dataran tinggi Gayo yang menggugah selera. Rasanya hampir sama dengan kuliner asam keueng di daerah pesisir.

Pertama menikmati kuliner macam jing, langsung membekas di lidah dan ingatan. Itu terjadi ketika saya dan rombongan jurnalis dari Banda Aceh ke Takengon. Kami bersama tim PLN Aceh mengunjungi proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Peusangan satu dan dua di Aceh Tengah.

Kami sampai di Takengon menjelang waktu insya, sekitar pukul 07.30 WIB. Saya memilih satu kamar dengan Adi Warsidi. Usai mandi telepon selular saya berdering, ternyata Reje (kepala desa) Paya Tumpi Baru, Idrus Saputra menelpon. Kami memanggilnya Ados, ia merupakan mantan wartawan yang pernah bekerja untuk media terbitan Aceh Recovery Forum (ARF) di Banda Aceh.

Saya dan Ados sudah mengenal lama, kami sama-sama satu angkatan ketika mengikuti pendidikan jurnalistik tingkat lanjut di Lembaga Pers Doktor Soetomo (LPDS) Jakarta, pada akhir 2006 silam. Selain sebagai reje, Ados ini aktif sebagai penggiat lembaga anti korupsi di Kabupaten Aceh Tengah.

Saya temui dia di lobi hotel bersama Adi Warsidi, di sana saya lihat juga sudah ada Jurnalisa, rekan kami yang pernah sama-sama bekerja di sebauah taboid berita hukum dan politik di Banda Aceh beberapa tahun lalu. Jurnalisa kini dipercayakan sebagai Ketua Persatuan Wartawan (PWI) Aceh Tengah.

Baca Juga: Kawat Palsu Pemuda Aceh Menipu KNIL

Pertemuan empat sekawan itu semacam nostasgia kecil-kecilan. Ketika asyik ngobrol, panitia memberi tahu kami untuk makan malam di sebuah restoran di luar hotel. Kami minta izin panitia untuk tidak ikut mobil rombongan, kami akan pergi dengan Ados dan Jurnalis, karena Jurnalisa juga bagian dari rombongan jurnalis yang akan ikut dalam kunjungan ke PLTA Peusangan esoknya.

Panitia menyebut nama café tempat makan malam itu “Gegarang” Ados mengangguk, kami berempat segera menuju ke sana. Tapi perjalanan kami malam itu lebih santai dengan obrolan-obrolan seputar masa lalu, dan bisnis yang mulai digelitu Ados di Aceh Tengah setelah tak lagi aktif sebagai jurnalis.

Tak lama kemudian kami sampai di “Gegarang” di sana rombongan wartawan bersama General Manager PLN Aceh Abdul Mukhlis  sudah berada. Hidangan sudah disiapkan, kami memilih duduk di dekat pintu masuk di bagian ujung menja yang disusun memanjang itu. Dan di sinilah awal mula saya menikmati kuliner macam jing.

Kuliner macam jing merupakan makanan khas Gayo berbahan dasar ikan air tawar. Macam jing yang saya makan malam itu menggunakan ikan nila ukuran besar, sebesar telapak tangan orang dewasa. Dihidangkan panas-panas dalam piring yang terbuat dari tanah.

Aroma yang diterbangkan asap dari dalam piring sungguh menggugah selera, kuahnya yang kental dan agak asam dan pedas menambah nafsu makan, ditambah lagi dengan aroma daun gegarang di dalamnya, serupa daun mint.

Baca Juga: Kisah Pang Nanggroe Napoleon Aceh Syahid

Sesuai namanya macam jing dalam bahasa Indonesia berarti asam pedas, sama dengan kuah asam keueung di pesisir Aceh. Bedanya kuah macam jing lebih kental, bahan yang digunakan juga lebih banyak, sementara asam keueng kuahnya lebih cair kekuningan.

Perbedaan lainnya, macam jing dengan asam keueng adalah dari bahan dan cara pengolahanya. Kuah macam jing menggunakan andaliman dan bunga kincung, ditambah dengan sambal terong Belanda yang segar, menjadikan macam jing menghadirkan rasa yang memang khas Gayo.

Sementara kuah asam keueng di pesisir Aceh menggunaan belimbing wuluh, kunyit, daun jeruk, serte beberapa jenis rempah. Ini baru pertama kali saya makan macam jing tapi saya langsung kepincut dengan kenikmatannya.

Melihat saya hampir menghabiskan nasi di piring, sementara dua ikan nila dalam kuah macam jing dalam dua piring lainnya belum habis. Pelayan restoran seolah paham, ia langsung membawa kami nasi tambah. Dan macam jing di piring kedua dan ketiga itu pun akhirnya kami habiskan dalam obrolan santai di café itu. Lelahnya perjalanan dari Banda Aceh ke Takengon terbayarkan dengan hidangan macam jing yang lezat.[]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terkait

Berita lainya