Rabu, Juli 24, 2024

Tinjau Venue PON XII,...

SIGLI - Pemerintah Kabupaten Pidie meminta rekanan terus memacu pekerjaan tiga venue yang...

Wali Nanggroe dan Mualem...

JAKARTA – Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al Haythar...

Balai Syura: Perempuan Aceh...

BANDA ACEH - Balai Syura Ureung Inong Aceh dan seluruh elemen gerakan perempuan...

Pemko Subulussalam dan Pemkab...

SUBULUSSALAM - Pemerintah Kota (Pemko) Subulussalam menjalin kerja sama atau MoU dengan Pemerintah...
BerandaInspirasiKisah Nabi Sulaiman...

Kisah Nabi Sulaiman yang Punya Kursi Deteksi Kebohongan Buatan Setan

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman, yang artinya: “Dan, Kami (tundukkan) angin bagi Sulaiman, yang perjalanannya di waktu pagi sama dengan perjalanan sebulan dan perjalanannya di waktu sore sama dengan perjalanan sebulan (pula). Dan, Kami alirkan cairan tembaga baginya. Dan, sebagian dari jin ada yang bekerja di hadapannya (di bawah kekuasaannya) dengan izin Tuhannya. Dan, siapa yang menyimpang di antara mereka dari perintah Kami, Kami rasakan kepadanya azab neraka yang apinya menyala-nyala.” (QS Saba’: 12)

Nabi Sulaiman Alaihissallam dikenal sebagai utusan Allah Subhanahu wa ta’ala yang memiliki mukjizat bisa berbicara dengan hewan-hewan. Dalam kisah kali ini mengungkapkan Nabi Sulaiman mempunyai kursi yang bisa mendeteksi kebohongan. Uniknya, kursi tersebut buatan setan. Kursi tersebut mampu melindungi Nabi Sulaiman Alihissallam dari segala gangguan dan kecurangan. Jika ada orang bersaksi palsu, maka tergetarlah seluruh tubuhnya.

Dikutip dari buku ‘Cara Kaya seperti Nabi Sulaiman’ karya Ahmad Zainal Abidin, diceritakan suatu ketika Nabi Sulaiman Alaihissallam menyuruh setan-setan membuatkan kursi yang sangat indah dan mampu melindunginya dari segala bentuk gangguan serta kecurangan. Jika ada orang yang ingin berbuat jahat atau curang, membuat saksi palsu, maka mereka akan merasa ketakutan.

Para setan pun membuat kursi dari gading gajah, dihiasi intan permata, dikelilingi pepohonan layaknya anggur, empat pohon kurma dari emas, serta tendanya terbuat dari perak. Di atas pohon kurma ada dua burung merak yang terbuat dari emas dan pada pohon lainnya terdapat burung nasar dari emas.

Di setiap pohon terdapat penyangga-penyangga dari zamrud hijau. Pada bagian atas kursi ada tabir-tabir dari emas. Di bawahnya terdapat batu keras dari emas untuk memutar emas itu.

Sangat indah kursi tersebut. Ketika Nabi Sulaiman Alaihissallam naik ke tingkat pertama kursi itu, maka kursi tersebut berputar seperti penggilingan. Kemudian burung nasar dan merak mengepak-kepakkan sayapnya, harimau membentang tangannya sambil menggaruk-garukkan cakarnya ke bumi. Mereka berada di situ untuk melindungi Nabi Sulaiman sekaligus menjadi penjaga bagi orang yang ingin berbuat saksi palsu.

Putaran kursi tersebut terjadi pada tiap tingkatan. Ketika sampai pada tingkat yang paling atas, burung nasar akan meletakkan mahkota di atas kepalanya dan mulai meniupkan misik dan ambar (sejenis minyak wangi). Lalu ketika seorang saksi duduk, burung dara yang terbuat dari emas akan mengambil kitab Zabur dan membacanya di hadapan orang-orang.

Di sebelah kanan Nabi Sulaiman Alaihissallam, duduk para ulama Bani Israil di atas kursi-kursi yang terbuat dari emas. Kemudian para pemuka jin duduk di sebelah kirinya di atas kursi perak. Mereka bersiap memberikan keputusan. Ketika para saksi datang memberikan kesaksian, maka berputarlah kursi dan seluruh isinya itu bagai penggilingan. Harimau, merak, dan burung nasar pun melakukan tugasnya. Para saksi akan merasa terkejut dan tak dapat memberikan kesaksian, kecuali yang kesaksian benar.

Raja Semua Makhluk

Nabi Sulaiman Alaihissallam tidak hanya menjadi raja di antara umat manusia, tetapi juga menjadi raja bagi segala bentuk makhluk. Kalau Nabi Daud Alaihissallam mampu mengenal bahasa makhluk lain, seperti burung, maka Nabi Sulaiman tidak hanya sebatas mengenal dan memahami bahasa mereka, tetapi juga mampu berbicara dengan hewan, bahkan semua hewan itu bisa menjadi pembantunya.

Bila Nabi Daud Alaihissallam bertasbih dan berdoa kepada Allah Subhanahu wa ta’ala, maka seluruh alam yang terdiri dari burung-burung, gunung-gunung, dan binatang buas ikut bertasbih bersamanya.

Sedangkan Nabi Sulaiman mendapat karunia lebih dari Allah Ta’ala dengan membuat segala bentuk hewan tunduk dan dapat menjadi pembantunya. Nabi Sulaiman Alaihissallam mempunyai kekuatan luar biasa yang tidak mampu ditandingi oleh raja-raja mana pun.

Kekuatan Nabi Sulaiman berangkat dari pelbagai kemampuan yang dikombinasikan, mulai dari kemampuan manusia, jin, hingga burung. Semua bersatu padu, tunduk, dan membantu apa pun yang dibutuhkan oleh Nabi Sulaiman, seperti membangun kerajaan megah yang tidak akan pernah tertandingi, menyerang kekuatan musuh, dan bentuk kebutuhan lainnya.

Jin adalah makhluk Allah Subhanahu wa ta’ala yang sebagian besar manusia tidak mampu melihat atau meminta pertolongan kepadanya. Tapi, berkat pertolongan Allah Subhanahu wa ta’ala, Nabi Sulaiman Alaihissallam mampu menundukkan jin dan membuatnya menjadi pembantu.

Nabi Sulaiman Alaihissallam menjadikan jin sebagai pasukan tentara yang mematikan. Jika tidak pergi ke medan perang, Nabi Sulaiman menjadikan jin sebagai pekerja kasaran.

Menundukkan Setan

Golongan setan ini tidak mampu dikuasai oleh manusia, bahkan manusia kerap kali menjadi umpan menggiurkan bagi setan agar terjebak dalam kubangan kemunafikan. Tapi, Allah Subhanahu wa ta’ala memberi kekuasaan kepada Nabi Sulaiman Alaihissallam untuk menguasai dan menundukkan setan, dan bahkan mempekerjakan setan atau menghukumnya apabila menentang.

Di hadapan Nabi Sulaiman Alaihissallam, setan menjadi pembantu dalam membangun istana dan alat-alat perang. Setan menyelam ke dasar lautan mengambil permata dan diangkut, lalu diberikan kepada Nabi Sulaiman.

Setan yang biasanya menjadi penggoda dan pengganggu manusia berubah menjadi pembantu yang tunduk, dan sesekali akan diberi hukuman apabila melanggar. Itulah kekuasaan Nabi Sulaiman Alaihissallam yang tidak tertandingi.

Wallahu a’lam bishawab.[]Sumber: okezone.com/sindonews.com

Baca juga: