BerandaBerita Aceh UtaraKisah Pilu Warga Huni Gubuk Reyot di Ampeh Tanah Luas

Kisah Pilu Warga Huni Gubuk Reyot di Ampeh Tanah Luas

Populer

ACEH UTARA – Safridan (51), warga Gampong Ampeh, Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara, tinggal di gubuk reyot berukuran 1×2 meter. Dia terpaksa menempati gubuk di pinggir jalan line pipa–tidak jauh dari Point A Blok B–sejak lima tahun lalu karena tidak punya rumah dan lahan sebagai tempat tinggal bersama anaknya.

Gubuk Safridan berdinding triplek sudah lapuk, beratap rumbia, dan tanpa lampu penerangan. “Saya tinggal di tanah bekas ExxonMobil, diizinkan oleh Keuchik Gampong Ampeh karena masuk desa itu. Atap rumah ini sudah bocor, jika hujan bisa masuk air ke dalam sehingga saya dan anak tidak bisa tidur,” kata Safridan kepada wartawan, Rabu, 24 Mei 2023.

Safridan harus menggunakan tongkat saat berjalan karena kaki kirinya diamputasi di bagian tulang kering usai mengalami sakit gula dua tahun lalu. “Saya sudah lama cerai dengan istri, sejak sebelum mengalami sakit seperti saat ini,” ujarnya.

Namun, Duda itu bekerja sebagai buruh kasar pada salah satu usaha pembuatan cincin sumur, yang berada di samping gubuk yang ditempatinya. Safridan mendapat upah dalam sehari terkadang hanya Rp50 ribu-Rp70 ribu, tidak mencukupi untuk kebutuhan keluarganya.

Dia harus membiayai anak-anaknya, yang paling kecil masih Sekolah Dasar (SD), dan satu orang ditempatkan di salah satu dayah kawasan Kecamatan Syamtalira Aron, Aceh Utara. Satunya lagi sudah bekerja di Banda Aceh, hanya sesekali pulang ke rumah.

Kondisi warga kurang mampu itu mendapat perhatian dari pihak Polsek Tanah Luas, aparatur gampong dan masyarakat setempat. Mereka akan melakukan bedah rumah tidak layak huni agar menjadi layak huni berukuran 4×6 meter untuk Safridan.

“Saya sangat senang pihak Polsek Tanah Luas akan membedah rumah ini, meskipun di lahan orang lain,” ucap Duda tiga anak itu.

Kapolres Aceh Utara, AKBP Deden Heksaputera, melalui Wakapolsek Tanah Luas, Ipda Zulkifli, mengatakan mulanya pihaknya mendapat informasi dari masyarakat bahwa ada warga yang tinggal di Gampong Ampeh menempati rumah tidak layak huni. Sehingga pihaknya bersama keuchik ikut membantu keluarga kurang mampu itu dengan cara swadaya untuk bedah rumah Safridan.

“Setelah kami melakukan pengecekan kondisi rumah itu memang sangat memprihatinkan, dan tidak layak ditempati. Rumahnya sudah kita bongkar karena akan direhab. Kita berharap kegiatan ini bisa berjalan lancar,” ujar Zulkifli.

Keuchik Gampong Ampeh, KMurhadi, mengungkapkan kegiatan sosial kepada masyarakat gampong memang sudah sering dilakukan. Tapi kali ini agak berbeda, pihaknya bekerja sama dengan Polsek Tanah Luas yang ikut andil untuk membedah rumah warga miskin. Awalnya memang Safridan bukan warga Gampong Ampeh, melainkan warga Kecamatan Baktiya, Aceh Utara, yang bekerja di Ampeh sudah lima tahun.

“Di tempat asalnya juga tidak punya rumah. Saya melihat sampai saat ini kondisi beliau (Safridan) sedang sakit atau kaki sebelah kiri sudah diamputasi. Kemudian, memiliki tanggungan dua anak yang masih tinggal bersamanya. Rumah tidak ada, dan juga harus mengurus anaknya masih kecil ini merupakan hal sangat memprihatinkan. Maka selama tinggal di Ampeh, saya bersama pihak Polsek mengupayakan untuk menyediakan rumah yang layak. Sekarang Safridan sudah berdomisili di Gampong Ampeh berdasarkan surat pindah yang telah diurus sebelumnya,” ujar Murhadi.[]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terkait

Berita lainya