LHOKSEUMAWE Anggota Komisi C dan D DPRK Lhokseumawe tetap berangkat ke Lombok, Nusa Tenggara Barat, meski sebelumnya kalangan elemen sipil meminta agar kunjungan kerja itu dibatalkan.
Informasi diperoleh portalsatu.com, Selasa, 17 Mei 2016, setelah anggota Komisi A dan B kunker ke Makassar pekan lalu, kini giliran Komisi C dan D DPRK Lhokseumawe terbang ke Lombok menggunakan dana perjalanan dinas bersumber dari anggaran daerah.
Anggota Komisi C dan D tiba di Lombok, malam tadi (Senin malam). Mereka kemudian menggelar pertemuan dengan DPRD Mataram, Selasa pagi. Sejauh ini belum ada penjelasan dari pihak dewan terkait tujuan kunker ke Lombok.
Sekretaris DPRK atau Sekretaris Dewan (Sekwan) Lhokseumawe Murthalabuddin dihubungi Selasa pagi, telpon selulernya tidak aktif. Sementara Humas Setwan Lhokseumawe Iskandar menolak memberi keterangan. Nyan neu tanyong bak Pak Sekwan mantong, bek bak lon (soal itu konfirmasi saja dengan Pak Sekwan, jangan dengan saya), kata Iskandar melalui telpon seluler.
Iskandar kemudian berdalih sedang berada di luar kantornya. Saya di pinggir jalan, bising sekali suara kendaraan, tidak bisa saya dengar dengan jelas komunikasi lewat telpon. Nanti saja, ya, ujarnya.
Berdasarkan keterangan dilansir laman resmi DPRK Lhokseumawe, Komisi C membidangi pembangunan. Anggota Komisi C berjumlah lima orang. (Lihat nama dan gambar/fotonya: Komisi C)
Sedangkan Komisi D membidangi Syariat Islam dan Kesejahteraan Rakyat. Anggota Komisi D berjumlah enam orang. (Lihat nama dan gambar/fotonya: Komisi D)
Diberitakan sebelumnya, anggota Komisi A dan Komisi B DPRK Lhokseumawe kunker ke Makassar, Sulawesi Selatan. Hal itu diakui Wakil Ketua Komisi A DPRK Lhokseumawe H. Abdul Manan Jalil. Menurut dia, anggota Komisi A ingin mempelajari tentang pemerintahan di Makassar, sedangkan komisi B terkait pariwisata. (Baca: Komisi A dan B DPRK Lhokseumawe Kunker ke Makassar)
Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) menilai anggota DPRK Lhokseumawe kaputoh urat male” atau “tidak lagi merasa malu. Pasalnya, saat anggaran daerah dilaporkan masih defisit dan pembangunan daerah stagnan, anggota dewan malah pelesiran dengan dalih kunker ke luar Aceh.
Keberangkatan anggota DPRK Lhokseumawe ke Makassar sama sekali tidak ada mafaat. Dari dulu modusnya sama, alasan penguatan kapasitas, studi banding atau kunker tidak, tapi hasilnya tidak pernah terimplementasikan di daerahnya sendiri, ujar Koordinator MaTA Alfian. (Baca: Kunker Menguras Anggaran, Dewan Dinilai Kaputoh Urat Male)[] (idg)
Baca juga:
Kunker ke Makassar, Mahasiswa: Sepertinya Dewan Butuh Piknik
Dewan Kunker ke Makassar, Aktivis HMI: Hanya Menghabiskan Anggaran





