JANTHO – Ketua Komisi VIII DPR RI Yandri Susanto mendorong Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry dan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Lhokseumawe, madrasah dan pondok pesantren di Aceh untuk segera melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

Hal itu disampaikan Yandri usai memimpin pertemuan Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VIII DPR RI dengan Bupati Aceh Besar, Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Aceh, Kakandepag Aceh Besar, Rektor UIN Ar-Raniry dan Rektor IAIN Lhokseumawe, Rabu, 15 September 2021 di Jantho, Aceh Besar.

Menurut Yandri, PTM sangat penting, karena Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) belum mampu memberikan kualitas penyelenggaraan pendidikan yang baik. Ia khawatir PJJ akan membuat menurunnya kemampuan lulusan dari perguruan tinggi.

“Kita sudah evaluasi kalau tidak ada tatap muka sekolah, maka kita kelihatannya akan loss generation. Artinya ada generasi yang lepas dari karakter yang kita harapkan. Kemudian manusia yang berkualitas tidak akan tercapai. Maka kita minta betul UIN dan IAIN atau STAIN atau madrasah, pondok pesantren mempersiapkan diri untuk tatap muka sesuai dengan protokol kesehatan,” kata Yandri.

Baca Juga: Utang Luar Negeri Indonesia Bertambah Jadi 415,7 Miliar Dolar AS

Dalam upaya untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan dalam pendidikan tinggi di masa pandemi Covid-19, Yandri berharap, UIN Ar raniry dan IAIN Lhokseumawe turut melakukan adaptasi dengan sistem teknologi daring dan sarana prasarananya. Kondisi ini diharapkan dapat melatih dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa menguasai teknologi informatika dan terbiasa dengan sistem teknologi informasi.

“Meningkatkan literasi digital bagi dosen dan mahasiswa serta tenaga kependidikan di masa pandemi Covid-19 untuk terus ditingkatkan,” kata politisi Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut.

Baca Juga: Pemerintah Diminta Dukung Komunitas Madu Aceh

Yandri menambahkan, penerapan PTM di UIN dan IAIN telah turut serta mengikuti vaksinasi bagi dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa. Seluruh sarana dan prasarana yang menyangkut protokol kesehatan Covid-19 sudah disiapkan dengan baik, dan kesadaran akan protokol Covid-19 dijalankan dengan baik.

Yandri menyatakan, Komisi VIII DPR RI senantiasa memberikan dukungan bagi pertumbuhan dan perkembangan terhadap penyelenggaraan pendidikan. Khususnya di madrasah dan pondok pesantren serta UIN dan IAIN, melalui dukungan anggaran dan lainnya.

Kunjungan spesifik Komisi VIII DPR RI tersebut juga dihadiri anggota Komisi VIII DPR RI, di antaranya John Kenedy Azis, Muhammad Ali Ridha, Hasan Basri Agus, Muhammad Husni, Jefry Romdonny, Anisah Syakur, Bukhori Yusuf dan Nur Azizah Tahmid.[]