BLANGKEJEREN – Harga minyak serai wangi di Kabupaten Gayo Lues masih tetap bertahan di bawah Rp200 ribu per kg. Harga itu sudah berlangsung sejak awal pandemi Covid-19 tahun 2020 hingga September 2021 ini.

Amin Tujung, tauke minyak serai wangi di Kecamatan Kutapanjang, Gayo Lues, Kamis, 16 Februari 2021, mengatakan belum ada perubahan harga komoditas ini. Harga beli tauke dari petani masih Rp160 ribu hingga Rp165 ribu per kg.

“Belum ada perubahan harga sejak beberapa pekan terakhir. Namun, kalau dibandingkan pada awal tahun 2021 lalu, harga saat ini turun sedikit, karena sebelumnya harga minyak serai wangi pernah mencapai Rp175 ribu hingga Rp180 ribu per kg,” kata Amin Tujung melalui telepon WhatsApp.

Minyak serai wangi dikumpulkan tauke di Gayo Lues, kata Amin Tujung, biasanya dijual ke daerah Sumatera hingga Jawa, tergantung harga beli tauke di luar daerah. “Di mana harga jual tinggi, maka kesitulah barang dikirim oleh tauke Gayo Lues”.

“Saya selaku penampung minyak serai wangi di Gayo Lues sangat mendukung jika Pemerintah Aceh membuka lagi pelabuhan ekspor. Artinya, barang ekspor yang sumbernya dari Aceh langsung diekspor dari Aceh, jangan melalui pelabuhan lain lagi, sehingga pendapatan Aceh juga bertambah,” jelasnya.

Meski begitu, Amin Tujung mengaku penjualan barang ekspor juga tergantung harga beli pengekspornya (eksportir). Jika harga beli rendah, otomatis para tauke memilih menjual ke luar daerah ketimbang mengumpulkan barang untuk eksportir asal Aceh.[]