Senin, Juli 15, 2024

Peringati Hari Bhakti Adhyaksa...

BLANGKEJEREN - Kejaksaan Negeri Kabupaten Gayo Lues kembali menggelar bakti sosial (Baksos) dan...

Kapolres Aceh Utara AKBP...

LHOKSUKON - AKBP Nanang Indra Bakti, S.H., S.I.K., kini resmi mengemban jabatan Kapolres...

Temuan BPK Tahun 2023...

BLANGKEJERN - Badan Pemeriksa Keungan (BPK) Perwakilan Aceh menemukan kelebihan pembayaran pada anggaran...

Pj Bupati Aceh Utara...

ACEH UTARA - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menerbitkan surat keputusan (SK) tentang...
BerandaNews37,86 Persen Komoditas...

37,86 Persen Komoditas Aceh Masih Diekspor Lewat Pelabuhan Luar

BANDA ACEH – Neraca perdagangan Provinsi Aceh pada Desember 2020 mengalami surplus sebesar 30,74 juta dolar AS, sementara neraca perdagangan dari Januari hingga Desember 2020 mengalami surplus sebesar 274,64 juta dolar AS. Tapi sayangnya sebagian besar ekspor komoditas asal Aceh masih dilakukan melalui pelabuhan di Sumatera Utara.

Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh, Senin, 1 Februari 2021 merilis, nilai ekspor Aceh Desember 2020 mencapai 32,97 juta dolar AS, naik sebesar 40,61 persen dibanding November 2020. Dari jumlah itu, sebesar 37,86 persen atau setara dengan 11,76 juta dolar AS ekspor komoditas Aceh dilakukan melalui pelabuhan di luar Aceh, yakni melalui Sumatera Utara. Sisanya, 62,14 persen yang diekspor melalui pelabuhan di Aceh atau setara 20,49 juta dolar AS.

Masih menurut rilis BPS Aceh, total ekspor dari Aceh pada Januari hingga Desember 2020 tercatat sebesar 300,42 juta dolar AS, jumlah tersebut turun sekitar 5,43 persen dari tahun sebelumnya. Ekspor terbesar didominasi oleh bahan bakar mineral senilai 156,17 juta dolar AS, kemudian kopi, teh dan rempah-rempah sebesar 83,25 juta dolar AS.

Pangsa pasar ekspor nonmigas Aceh dari Januari hingga Desember 2020 didominasi ke tiga negara tujuan, yakni India sebesar 140,78 juta dolar AS (46,86 persen), Amerika Serikat 43,76 juta dolar AS (14,54 persen) dan Thailand senilai 25,41 juta dolar AS (8,46 perses).

Sementara itu nilai impor ke Aceh pada Desember 2020 mencapai 2,23 juta dolar AS. Turun sebesar 83,64 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya November 2020. Secara tahunan total impor dari Januari hingga Desember 2020 tercatat sebesar 25,78 juta dolar AS, turun sebesar 80,36 persen.

Pangsa impor ke Aceh dari Januari hingga Desember 2020 didominasi oleh impor nonmigas sebesar 20,06 juta dolar AS, turun sekitar 83,29 persen dari tahun sebelumnya. Impor ke Aceh sebagian besar berasal dari Tiongkok senilai 16,17 juta dolar AS (62,74 persen), Thailand sebesar 1,90 juta dolar AS (7,39 persen) dan Singapura sebesar 1,90 juta dolar AS (7,36 persen).[]

Baca Juga: Melirik Kupiah Meukutop di Gampong Kreatif Aceh

t

Baca juga: