Senin, Juli 22, 2024

Tokoh Masyarakat Kota Sigli...

SIGLI - Para tokoh masyarakat dari 15 gampong dalam Kecamatan Kota Sigli menyatakan...

Tim Polres Aceh Utara...

LHOKSUKON – Kapolres Aceh Utara AKBP Nanang Indra Bakti, S.H., S.I.K., bersama jajarannya...

Pasar Malam di Tanah...

SIGLI - Kegiatan hiburan Pasar Malam yang digelar di tanah wakaf Tgk. Dianjong,...

Tutup Dashat, Kepala DPMPPKB...

ACEH UTARA – Kegiatan Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) yang dilaksanakan secara serentak...
BerandaBatamKomunitas Pemuda Aceh...

Komunitas Pemuda Aceh di Batam Revitalisasi Seni Budaya Endatu

BATAM – Komunitas pemuda Aceh di Batam yang tergabung dalam Generasi Muda Permasa (GMP) aktif merevitaliasi seni budaya Aceh. Dalam berbagai kesempatan mereka memperkenalkan pertunjukan seni tari rapai geleng dan ratoh jaroe di Batam, selain itu mereka juga melibatkan diri dalam berbagai kegiatan sosial, kemausiaan dan keagamaan.

Ketua GMP Muhammad Faisal mengungkapkan, GMP berada di bawah organisasi induk Persatuan  Masyarakat Aceh (Permasa) Batam, Kepulaun Riau (Kepri). “GMP merupakan sayap dari organisasi induk Permasa,” jelasnya, Selasa, 19 Januari 2020 di kantor Sekretariat Permasa Kepri.

Muhammad Faisal menambahkan, meski GMP tidak terlalu besar dalam hal keorganisasian, dan hanya sebuah komunitas, namun telah berkiprah dalam berbagai kegiatan sejak dibentuk pada 5 Desember 2016 lalu di Batam.

“GMP merupakan komunitas kepemudaan, tujuan utamanya untuk bersilaturahmi dan mempersatukan pemuda asal Aceh di kota Batam, dalam hal ini bergerak di bidang sosial, seni dan kemanusiaan,” tambahnya.

Tokoh masyarakat Aceh di Batam, Kepri, Nanggroe Sulaiman sangat mendukung kiprah GMP yang telah banyak banyak berkontribusi dalam bidang sosial, kemanusiaan, dan keagamaan. “Selama ini program program GMP selalu kita dukung, dan begitu juga sebaliknya, setiap kegiatan Permasa GMP juga selalu ikut berpartisipasi,” kata Nanggroe Sulaiman.

Nanggroe Sulaiman menambahkan, kiprah GMP yang paling utama yaitu dalam kemanusiaan, seperti penggalangan dana pada setiap terjadi bencana alam. Dalam bidang kesenian, GMP memperkenalkan kesenian asal Aceh, rapai geleng dan ratoe jaroe, tujuan agar pemuda-pemudi asal Aceh di Batam bisa melestarikan budaya endatu.

“Program ini juga disambut baik oleh kalangan masyarakat Aceh di Batam. Anak-anak orang Aceh yang dibesarkan di Batam kini telah bisa menyalurkan bakat seni kedaerahannya,” pungkasnya.[]

Yanis melaporkan dari Batam.

Baca juga: