SIGLI – Setelah sempat dirawat selama sepekan di Rumah Sakit Umum Zainal Abidin (RSUZA) Banda Aceh, Ibram (47), korban pembacokan di kamp kawasan tambang emas Geumpang, Pidie, meninggal dunia, Ahad, 12 Januari 2020, sekira pukul 02:00 WIB.
Kabar meninggalnya warga Gampong Pulo Lhoih, Kecamatan Geumpang itu diterima portalsatu.com/ dari abang ipar korban, Muhammad, Kamis, 16 Januari 2020.
“Korban menghembuskan napas terakhir di RSUZA, sekira pukul 02:00 WIB. Jasadnya langsung kami bawa pulang ke rumah duka di Pulo Lhoih untuk proses fardhu kifayah,” kata Muhammad.
Hal itu juga dibenarkan Kasat Reskrim Polres Pidie, AKP Eko Rendi Oktama, Kamis, 16 Januari 2020. “Benar! Sudah meninggal di rumah sakit, hari Minggu, 12 Januari,” kata Eko.
Sejauh ini, kata Eko, pihaknya belum dapat menangkap pelaku penikaman. Meski indentitas pelaku sudah dikantongi, namun pelaku belum tertangkap. “Kita memburu pelaku yang saat ini menjadi buronan polisi, ” ujarnya.
Dari sejumlah saksi yang sempat diperiksa polisi, lanjut Eko, tidak seorang pun menjadi tersangka. “Bahkan kita sempat mengamankan FL (28) warga Kecamatan Sakti, tapi karena tidak terbukti setelah diperiksa, kita lepas kembali,” pungkas Eko.
Diberitakan sebelumnya, Ibram (47), warga Gampong Pulo Lhoih, Kecamatan Geumpang, Kabupaten Pidie, kritis akibat dibacok orang, yang kini sudah diketahui identitasnya oleh polisi, di kamp kawasan pengunungan KM 14 Geumpang, Sabtu, 4 Januari 2020, sekira pukul 22:00 WIB. Kamp itu berada di kawasan tambang emas. Polisi sedang memburu pelaku.
Infornasi diperoleh portalsatu.com/, Ahad, 5 Januari 2020, dari Mukim Bangkeh, Geumpang, Nyak Cut, korban dalam kondisi berlumuran darah terpaksa diangkut dengan tandu selama 7 jam perjalanan dari lokasi kejadian ke Puskesmas Geumpang yang jaraknya diperkirakan 14 kilometer.[]



