Minggu, Juli 14, 2024

Tanggapan Ketua DPRK Aceh...

ACEH UTARA - Mendagri Tito Karnavian memperpanjang masa jabatan Pj. Bupati Aceh Utara...

Selamat! 2 Siswa Kota...

SUBULUSSALAM - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Balai Pengembangan Talenta...

Besok, Mahyuzar akan Terima...

ACEH UTARA - Dr. Mahyuzar, M.Si., akan menerima Surat Keputusan (SK) Mendagri tentang...

Jabatan Pj Bupati Aceh...

ACEH UTARA - Masa jabatan Penjabat Bupati Aceh Utara, Dr. Mahyuzar, genap satu...
BerandaNewsKOTA PUISI -...

KOTA PUISI – Meulaboh Berlangsung Usai Musik Rapai Dimainkan

MEULABOH – Kota Puisi pertama di Meulaboh berlangsung di Taman Kota Meulaboh, Aceh Barat, pada Ahad sore, 7 Februari 2016. Taman ini terletak di Jalan Merdeka, depan Masjid Nurul Huda.

Acara berlangsung Turut hadir penyair dan seniman setempat, di antaranya Mustiar AR, Ceh Ismail, dan Zul Friansyah. 

Meski diguyur hujan, acara membaca puisi bersama itu berlangsung dengan lancar dan meriah, para peserta yang hadir membaca puisi dengan khidmat.

Acara itu dibuka oleh Nana Noviana, Ketua Sanggar Mulia Nanggroe, sebagai komunitas yang mewadahi Kota Puisi-Meulaboh.

Promotor Kota Puisi-Aceh, Muhrain, dalam sambutannya, menyampaikan terima kasih atas kesediaan para seniman Meulaboh dan sambutan baik mereka.

Di sela-sela acara, Isnu Kembara, salah satu penyair/wartawan senior dari Aceh Barat menghubungi Muhrain, menyampaikan bahwa dirinya tidak dapat menghadiri kegiatan Kota Puisi sebab terbentur acara lain.

Sore sebelumnya Rosni Idham pun sempat menghubungi dan menyampaikan sambutan positif atas terselenggaranya Kota Puisi di Meulaboh.

Melalui para seniman yang telah hadir, disampaikan pula beberapa poin penting tentang agenda Kota Puisi yang telah berjalan sejak perdana sekali di Aceh pada 1 November 2015 saat itu berlangsung di Banda Ac eh, bahwa Kota Puisi adalah milik semua seniman Aceh.

“Para penyair dapat memanfaatkan Kota Puisi melalui kerja sama setiap komunitas, sanggar, maupun Unit Kegiatan Kampus setempat yang telah memberi ruang bagi terselenggaranya Kota Puisi di Kabupaten/Kota masing-masing.

Seorang penyair yang hadir, Zul Friansyah turut merasa bahagia sebab beberapa puisinya telah dibac akan di acara tadi sore.

Dalam kesempatan itu, penyair Mustiar AR menyampaikan salam dan masukan dari DKA Aceh Barat guna keberlanjutan even Kota Puisi selanjutnya. Ia menganjurkan, bagi para sastrawan di Aceh Barat agar melakukan kerja-kerja positif untuk memposisikan puisi agar kembali dapat dinikmati di luar kegiatan-kegiatan formal yang selama ini berjalan.

“Kegiatan selain lomba baca puisi, penulisan antologi puisi dan lainnya, dapat menjadi nilai yang memperkaya agenda silaturrahmi seniman khususnya melalui puisi dan membacakannya bersama –sama oleh segala kalangan masyarakat tak terbatas,” kata Mustiar.

Kota Puisi kali ini dibuka dengan permainan musik rapai (Cangpanah) dipersembahkan oleh pegiat Sanggar Mulia Nanggroe yang sekaligus menjadi wadah terselenggaranya Kota Puisi-Meulaboh.[]

Baca juga: