Kamis, Juli 25, 2024

Cari HP di Bawah...

Mencari HP dengan harga terjangkau namun tetap memiliki performa yang handal memang bisa...

Siswa Diduga Keracunan Selepas...

SIGLI - Jumlah siswa yang dirawat akibat dugaan keracunan setelah konsumsi nasi gurih...

Spanduk Dukungan Bustami Maju...

LHOKSEUMAWE - Sejumlah spanduk berisi dukungan kepada Bustami Hamzah untuk mencalonkan diri sebagai...

Yayasan Geutanyoe Rayakan Hari...

LHOKSEUMAWE - Yayasan Geutanyoe merayakan Hari Anak Nasional tahun 2024 bersama 227 anak...
BerandaNewsKPA Peureulak dan...

KPA Peureulak dan Oknum PA Minta Maaf kepada Wartawan

IDI RAYEK – Perwakilan KPA Wilayah Peureulak, Muntasir alias Age meminta maaf kepada para wartawan di Aceh Timur terkait insiden dilakukan oknum anggota PA (dalam berita sebelumnya ditulis oknum Satgas PA) saat meliput acara Maulid Akbar di gedung Idi Sport Center, Idi Rayek, Senin,  29 Februari 2016.

“Kami meminta maaf yang sebesar-besarnya atas apa yang telah terjadi tadi. Kami sebenarnya tidak menginginkan itu. Karena kamoe meujaga wali lage meujaga droe, maka kamoe lakukan pengamanan (kami menjaga Wali Nanggroe seperti menjaga diri, maka kami melakukan pengamanan),” kata Age yang mendatangi sebuah warung kopi tempat berkumpul para wartawan di Idi, Aceh Timur.

Terkait kata-kata anggota PA yang dinilai melukai hati insan pers, Age juga meminta maaf kepada seluruh awak media. “Nyan bahasa yang kana kamoe lake meuah that (itu bahasa yang sudah dilontarkan kami minta maaf),”kata Age.

Hamzah alias DN salah satu oknum PA/KPA yang melontarkan kata-kata dinilai sebagai bentuk pelecehan terhadap wartawan turut meminta maaf kepada seluruh wartawan.

Ateuh dasar pribadi lon, mantan GAM, lon lake meuah ateuh kejadian bunoe (atas nama pribadi, mantan GAM, aya minta maaf atas kejadian tadi),” kata Hamzah yang berasal dari Gampong Alue Udep, Kecamatan Rantau Peureulak.

Hasil mediasi tersebut disambut baik oleh sejumlah wartawan di Sereunei Kupi, salah satu warung di Idi.

Kamoe ka meu peumeuah mandum, tapi kamoe harap u keu bek na le kata-kata atau tindakan yang melecehkan kamoe. Kamoe meukeurja ateuh genareh profesional, menyoe sama-sama saleng ta hargai nyan kamoe rasa lebeh that got (kami sudah memaafkan, tapi kami harapkan ke depan jangan ada lagi kata-kata dan tindakan melecehkan kami. Kami bekerja secara profesional, kalau saling menghargai kami rasa lebih baik),” kata Hasballah, salah seorang wartawan.

Hal senada juga disampaikan wartawan lain Amri. Ia meminta pengurus Partai Aceh/KPA wilayah Aceh Timur untuk memberikan pemahaman terhadap fungsi pers.

“Alangkah baiknya, jika pengurus Partai Aceh membuat sebuah kegiatan seminar atau sosialisasi tentang pers. Jika itu sudah dibekali, kita yakin fungsi pers akan diketahui ruang geraknya seperti apa,” ujar Amri.

Diberitakan sebelumnya, wartawan se-Aceh Timur memboikot liputan kedatangan petinggi Partai Aceh dalam acara maulid akbar yang digelar di Gedung Idi Sport Center di Gampông Baro, Idi Rayek, Aceh Timur, Senin, 29 Februari 2016.

Pemboikotan itu dipicu oleh sikap arogan sejumlah anggota Satgas Partai Aceh (PA) yang mendorong wartawan secara kasar saat mengambil foto acara tersebut.

Pantauan portalsatu.com, dalam insiden itu oknum Satgas PA juga sempat mengeluarkan kata-kata yang melukai hati insan pers. “Hana peurlèe wartawan uroe nyoe (tidak perlu wartawan hari ini),” begitu ucapan yang dilontarkan salah seorang anggota Satgas PA. (Baca: Petinggi PA Datang, Satgas Bertindak Arogan terhadap Wartawan Aceh Timur?) [] (idg)

Baca juga: