Kamis, Juli 25, 2024

Cari HP di Bawah...

Mencari HP dengan harga terjangkau namun tetap memiliki performa yang handal memang bisa...

Siswa Diduga Keracunan Selepas...

SIGLI - Jumlah siswa yang dirawat akibat dugaan keracunan setelah konsumsi nasi gurih...

Spanduk Dukungan Bustami Maju...

LHOKSEUMAWE - Sejumlah spanduk berisi dukungan kepada Bustami Hamzah untuk mencalonkan diri sebagai...

Yayasan Geutanyoe Rayakan Hari...

LHOKSEUMAWE - Yayasan Geutanyoe merayakan Hari Anak Nasional tahun 2024 bersama 227 anak...
BerandaBerita LhokseumaweKRI Parang Tarik...

KRI Parang Tarik Kapal Pengungsi Etnis Rohignya ke Krueng Geukueh

JAKARTA –  KRI Parang-647 menarik kapal pengangkut pengungsi etnis Rohigya yang membawa lebih dari 100 orang dari titik ditemukan di 53 NM Bireuen, perairan Aceh menuju Pelabuhan Krueng Geukueh Lhokseumawe-Aceh Utara.

Lokasi pelabuhan ini dipilih mengingat perlunya sarana labuh, sterilisasi lokasi untuk pemeriksaan kesehatan dan penegakan protokol kesehatan (prokes) agar tidak terjadi keramaian yang dapat menganggu proses pemeriksaan kesehatan, serta lebih dekat dengan tempat karantina, sekaligus tempat relokasi.

Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono telah memerintahkan unsur dan prajuritnya untuk melaksanakan penarikan setelah ada keputusan dari pemerintah atas dasar kemanusiaan.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Julius Widjojono mengatakan penarikan telah dilaksanakan sejak pukul 06.00 WIB pagi ini setelah kondisi cukup terang dan aman untuk proses pengikatan dan penarikan kapal di tengah ombak laut lepas. “Estimasi akan tiba di Pelabuhan Krueng Geukueh Lhokseumawe sekitar pukul 18.30 WIB,” tuturnya, Kamis, 30 Desember 2021.

Sementara itu, Pemerintah Indonesia melalui Deputi Bidang Koordinasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Inspektur Jenderal Armed Wijaya selaku Satgas Penanganan Pengungsi dari Luar Negeri (PPLN) di Jakarta, Rabu, 29 Desember 2021 akhirnya mengambil keputusan untuk mendaratkan para pengungsi  Rohingya  yang masih berada tengah laut sekitar 53 mil dari perairan Bireuen, Aceh. Langkah ini diambil atas nama kemanusiaan.

“Keputusan ini kita buat   mempertimbangkan kondisi darurat yang dialami pengungsi di atas kapal tersebut,” ujarnya.  Menurut dia, etnis Rohingya di kapal tersebut didominasi perempuan dan anak-anak.[rls]

Baca juga: