BANDA ACEH – Sebuah kapal nelayan asal Aceh bernama KM Nelayan bersama empat orang krunya terdampar hingga ke kawasan Thailand. Peristiwa ini terjadi, setelah kapal mereka dihantam ombak besar dan mengakibatkan mesin rusak.
Sekretaris Panglima Laot Aceh, Miftach Cut Adek mengatakan, pihaknya mendapat informasi tersebut pada, Jumat (24/8) lalu dan kemudian menindak lanjuti laporan ini. Sebelumnya, nelayan ini diketahui berangkat dari Pelabuahan Lampulo, Banda Aceh, Selasa (14/8) sekira pukul 14.00 WIB.
“Kapal nelayan KM Nelayan 2016/37/47 dengan menggunakan alat tangkap pancing Tuna berangkat melaut dari Lampulo menuju Laut Aceh. ABK-nya terdiri dari empat orang,” kata Miftach kepada JawaPos.com di Banda Aceh, Senin (27/8).
Panglima Laot Aceh kemudian mencoba menghubungi atau mengontak para ABK kapal. Keempat ABK kapal ini masing-masing Arifin, asal Gampong Desa Maju Simeulu Timur; Muhammad, asal Gampong Pulo Bungong Batee, Pidie; Dedi Surianto dan Dendi R, keduanya asal Kabupaten Aceh Barat Daya. Arifin diketahui sebagai nahkoda kapal.
“Pada saat KM Nelayan menuju sasaran pemancingan, mesin kapal mati dengan tiba-tiba dan setelah diselidiki ternyata mesin mengalami kerusakan baterai. sehingga baterai tidak mau cas,” ujarnya.
Selama beberapa jam di laut, nelayan Aceh itu bertemu dengan nelayan dari Hindia dan membantu mengecas baterai KM Nelayan agar mesin hidup kembali. Setelah mesin bagus dan hidup mereka berangkat kembali dan menuju pulang ke Dermaga Lampulo, Banda Aceh.
“Pada saat dalam perjalanan pulang keesokan harinya, pukul 11.00 WIB kapal nelayan kita bertemu dengan badai dan ombak besar. Kapal KM Nelayan mengalami kerusakan patah as kipas (kemudi) dan tidak dapat diperbaiki lagi,” tambah dia.
Akibatnya sejak Rabu (16/8) lalu kapal KM Nelayan tidak bisa berjalan dan akhirnya terkatung-katung di lautan selama delapan hari. Sehingga, kapal beserta ABKnya terbawa angin dari Tenggara Selatan sehingga mereka terseret ke Utara.
“Keesokan harinya tiupan angin berubah posisi, yaitu dari Barat Daya dan mereka terseret ke Timur. Mereka terdampar kepulau Semilan Phanga, Thailand. Selanjutnya nelayan kita berjumpa dengan nelayan Thailand hingga akhirnya selamatkan dan di tarik ke daratan,” paparnya.
Hingga kini semua ABK kapal nelayan asal Aceh itu dalam keadaan sehat. Panglima Laot Aceh dalam waktu dekat segera menghubungi Pemerintah Aceh melalui Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh dan Pihak Kementerian Luar Negeri, Kementerian Kelauatan dan Perikanan (KKP) RI dan pihak terkait untuk membantu pemulangan nelayan tersebut. []
Sumber: Jawapos




