LHOKSUKON – Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Aceh Utara, Yulhelmi, meminta pemerintah setempat agar terus memperkuat sektor pertanian. Sebab katanya, setelah hasil minyak dan gas  di Aceh Utara habis, harusnya sudah ada industri alternatif di sektor pertanian sehingga dapat meningkatkan roda perekonomian masyarakat ke depan terus berjalan.

“Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Utara bersama masyarakat terus menggenjot hasil  produksi pertanian sehingga setelah minyak dan gas habis, perekonomian bisa lebih baik lagi,” kata Yulhelmi kepada portalsatu.com, Minggu, 12 Juni 2016.

Menurut Yuhelmi sektor lainnya juga layak untuk diberdayakan seperti perikanan. Harusnya dioptimalkan oleh Pemkab, sebab Aceh Utara memiliki lahan tambak tergolong sangat luas.  

“Harus bisa dimanfaatkan dan tidak mesti memelihara satu jenis  komoditas saja seperti udang, tapi harus ada alternatif lain. Saya rasa, udang kurang prospektif karena sering diserang hama,” tambahnya.    

Yulhelmi juga  menyebutkan kecamatan yang terletak di sepanjang pesisir  pantai harus difokuskan untuk pengembangan tambak. “Tambak-tambak juga sebaiknya dikembangkan dengan berbagai  jenis ikan darat yang ada, seperti mujair maupun bandeng,” katanya.[](ihn)