BANDA ACEH – Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) menerima bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana senilai Rp1,5 miliar lebih. Bantuan berupa 5.000 unit Polymerase Chain Reaction (PCR) seharga Rp 900 juta, 6.000 unit Ribo Nucleic Acit (RNA) seharga Rp 480 juta, dan 5.000 alat tes spesimen lender Viral Transpor Medium (VTM) seharga Rp 200 juta.
Kepala Humas Unsyiah, Chairil Munawir, membenarkan perihal bantuan logistik untuk pemeriksaan virus corona dari pusat. Pihaknya juga telah menerima surat serah terima dari BNPB untuk ditandatangani kedua belah pihak.
“Benar kalau Unsyiah menerima bantuan dari BNPB, cuma apakah barangnya sampai hari ini saya belum dapat informasi, ya mungkin perlu proses dari Jakarta ke Banda Aceh,” kata Chairil Senin, 10 Agustus 2020.
Chairil menyebutkan, dengan jumlah bantuan dari BNPB pusat ditambah sisa logistik pemeriksaan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di Laboraturiom Penyakit Infeksi Unsyiah saat ini aman, disamping itu pihaknya juga mencari bantuan lainnya.
“Untuk 5.000 test ditambah yang sisa kemarin 2.500, Insya Allah dua bulan ke depan bisa terpenuhi. Lab Unsyiah bisa tes 376 swab setiap hari,” jelasnya.[]


