BANDA ACEH – Lima warga Myanmar etnis Rohingya terdampar di perairan Indonesia. Kelima warga Rohingya itu pertama kali ditemukan oleh Kapal Motor Karunia King, sekitar 176 mil dari Kuala Idi, Aceh Timur, Kamis, 5 April 2018, sekira pukul 20.30 WIB.

“Mereka ada lima orang, dua perempuan dan tiga laki-laki. Salah seorang dari mereka merupakan anak-anak, umurnya 8 tahun,” kata Ketua Satgas SAR Aceh Timur, Abdul Musafir, saat dikonfirmasi, Jumat, 6 April 2018.

Abdul Musafir mengungkapkan, warga Rohingya itu ditemukan pertama kali di perairan bebas di dalam sebuah perahu kecil tanpa mesin.

“Mereka ditemukan oleh Kapal Motor Karunia King, yang pekongnya Irwansyah umur 21 tahun. Mereka ditemukan oleh pekong di kapal kecil atau jalo yang hanya bisa menampung enam sampai tujuh orang,” ungkap Abdul Musafir. “Mereka berlayar tanpa mesin. Pada saat ditemukan jaraknya dari Kuala Idi, Aceh Timur, lebih kurang 176 mil,” katanya.

Hingga berita ini ditayangkan, belum diketahui penyebab lima warga Rohingya itu berlayar dengan menggunakan perahu.

Adapun nama-nama warga etnis Rohingya itu adalah Mursyidik (28), M. Ilyas (33), Kamal Husen (8), Syamimah (15), dan Mominah (20).[]