Oleh Taufik Sentana*
Rembulan membentangkan gaunnya lebar lebar, dan lelaki itu menggamitnya, memeluknya, rebah dan takjub.
Kata kata telah menjadi sunyi.
apa yang dapat mewakili keindahan
setelah adanya perjumpaan.
Dari semilir angin dan helai daun
atau buih buih di laut yang menguap menjadi hujan. Rindu yang terjawab
adalah kegembiraan yang tak berkesudahan.
Namun rembulan tak hanya diam
ia selalu berbisik dan bercengkerama
dengan isyarat kecintaan sang Maha Rahim.[]
*dalam Lelaki yang Cemburu pada Waktu.


