BANDA ACEH – Ketua Lembaga Persatuan Gabungan Lintas Masyarakat (Panglima), Yatim Rafiq mengatakan bahwa hutan yang ada di Taman Hutan Raya (Tahura), Lembah Seulawah, Aceh Besar saat ini sedang dijajah oleh bangsa sendiri.

“Lembah Seulawah, sedang dijajah oleh bangsa kita sendiri oleh pelaku illegal logging,” ungkapnya saat memberikan kata sambutan penanaman pohon dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan Indonesia ke-72, Minggu, 13 Agustus 2017.

Hal itu disampaikannya karena melihat kondisi hutan yang ada di Lembah Seulawah saat ini sangat memprihatinkan. Bahkan Yatim Rafiq mengatakan, akibat kerusakan tersebut tiga kabupaten yang ada di kawasan itu berpeluang besar terjadi bencana.

“Tahura, sudah dijajah. Taman Tahura ini sudah sangat-sangat gersang, Seulawah sudah gersang, seulawah akan musnah. Tiga kabupaten bersiap-siaplah untuk menerima bencana,” ucapnya.

Ketua Panglima itu juga meminta dukungan pihak aparat keamanan baik TNI maupun Polri dalam penanganan pembalakan liar yang terjadi di Aceh, khususnya di kawasan Lembah Seulawah, Besar.

“Apakah hutan ini kita tunggu hancur? Kita meminta dukungan TNI dan Polri dan teman-teman penjaga hutan bersama-sama menjaga hutan,” pinta Yatim Rafiq.

Sebagai tambahan, Bukit Glee Bu Kulah yang masih berada di kawasan perbukitan Lembah Seulawah, Aceh Besar, sengaja dipilih oleh Lembaga Panglima dengan mengusulkan kepada Kodim 0101/BS sebagai tempat pengibaran bendera merah putih raksasa. Selain gersang, kawasan perbukitan ini juga terlihat tandus sehingga menjadi gambaran bahwa kondisi hutan Aceh adalah demikian.

“Oleh karena itu kami berharap TNI, Polri, khususnya Dinas Kehutanan agar hutan kita dapat lestari kembali dengan momentum ini. Marilah kita lestarikan hutan kita demi anak dan cucu kita,” harapnya.[]