Kamis, Juli 25, 2024

Cari HP di Bawah...

Mencari HP dengan harga terjangkau namun tetap memiliki performa yang handal memang bisa...

Siswa Diduga Keracunan Selepas...

SIGLI - Jumlah siswa yang dirawat akibat dugaan keracunan setelah konsumsi nasi gurih...

Spanduk Dukungan Bustami Maju...

LHOKSEUMAWE - Sejumlah spanduk berisi dukungan kepada Bustami Hamzah untuk mencalonkan diri sebagai...

Yayasan Geutanyoe Rayakan Hari...

LHOKSEUMAWE - Yayasan Geutanyoe merayakan Hari Anak Nasional tahun 2024 bersama 227 anak...
BerandaNewsLhokseumawe Rawan DBD,...

Lhokseumawe Rawan DBD, Januari 2016 12 Kasus

LHOKSEUMAWE –  Sedikitnya 12 warga di Kota Lhokseumawe mengalami Demam Berdarah Dengue (DBD). Wabah penyakit yang disebabkan oleh nyamuk Aedes Aigepty ini mulai menyerang warga sejak Januari 2016 yang lalu.

“Dari 12 kasus ini, paling banyak menyerang anak-anak di bawah umur apalagi mereka sering main di luar rumah tanpa melihat lingkungan terlebih dahulu. Tak hanya itu, saya juga mengira wabah DBD ini terjadi akibat seringnya hujan melanda kawasan Kota Lhokseumawe dan sekitarnya,” kata dr. Helizar, Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P), Dinas Kesehatan (Dinkes) Lhokseumawe kepada Portalsatu.com, Rabu, 3 Februari 2016.

Helizar menjelaskan, pihaknya selama ini terus melakukan sosialisasi kepada warga. Kata Helizar, pihaknya selalu meminta kepada warga agar melakukan pencegahan secara mandiri dengan menerapkan 3M Plus.

Perilaku 3M Plus adalah menguras tempat penampungan air, lalu menutup rapat-rapat tempat penampungan air, kemudian mengubur barang-barang bekas yang bisa menampung air. Lalu Plus yang dimaksud adalah melakukan pencegahan seperti menggunakan kelambu, memberi bubuk larvasida pada tempat penampungan air dan sebagianya.

Helizar juga menyebutkan saat ini pihaknya gencar melakukan fogging, kemudian kami juga melacak ke rumah sakit, jika ada pasien kemudian mengunjungi rumahnya pasien, kalau terdapat ada yang mengalami demam berhari-hari, di rumahnya itu akan kita lakukan foging dan juga berbagai tempat yang dianggap sebagai kawasan endemis.[](tyb)

Baca juga: