WASHINGTON — Terpilihnya Donald Trump menjadi Presiden AS terbilang cukup mengejutkan. Ini mengingat ia tidak dijagokan dalam beragam survey sebelum pemilihan dibanding Hillary Clinton. 

Tak sedikit media di AS yang juga menyudutkan bos properti itu. Namun Trump berhasil membalikkan keadaan. 
Kolumnis Howard Gold seperti dikutip MarketWatch.commengungkapkan lima alasan mengapa Trump bisa memenangi pemilihan. 

1. Pemilih Kulit Putih Non Lulusan Universitas Berbondong-bondong Pilih Trump. 

Tingkat partisipasi pemilih di wilayah kalangan kelas pekerja kulit putih cukup besar. Hal ini membuat Trump meraih dukungan cukup besar, bahkah di daerah-daerah yang memenangkan Presiden Barack Obama pada 2012.

Seperti di Macomb County, Michigan. Pada 2012, Obama menang di sana atas Romney. Namun kini Trump menang mudah atas Clinton dengan 53,6 persen berbanding 42,1 persen. 

Adapun Clinton memang meraih suara cukup besar dari kalangan Hispanik dan Afro-Amerika. Namun jumlahnya lebih kecil dibanding Obama. Tingkat partisipasi pemilih Afro-Amerika turun drastis dibanding 2012. Hal inilah yang menjelaskan Clinton kalah di daerah kunci Florida dan Pennsylvania. 

2. James Comey

Direktur FBI James Comey dalam beberapa pekan jelang pemilihan memberikan intervensi secara tidak langsung terkait skandal surel Clinton. Pada Juli Comey memang mengatakan tak akan mendakwa Clinton atas kasus penggunaan server pribadi saat masih menjabat Hillary menjabat menlu. Namun pada 28 Oktober, Comey menyebut telah menemukan surel baru di komputer jinjing Anthonya Weiner. Nama Clinton pun kembali disebut dan hal itu merugikannya. 

3. Perlawanan Terhadap Elite dan Globalisasi

Donald Trump telah memposisikan diri sebagai “man of the people”. Trump telah menawarkan kebijakan proteksionis, baik terhadap imigran maupun secara ekonomi.

Sementara, perlawanan terhadap globalisasi, perbatasan terbuka dan neo-liberal yang muncul setelah Perang Dingin semakin membuka jalan Trump.

Sebelumnya perlawanan terhadap kebijkan nonperbatasan negara telah memakan korban di Inggris. Rakyat Inggris memilih Brexit. 

4. 'Kebengisan' Politik Trump

Trump berulang kali menyerang lawan-lawan politiknya.  Jeb Bush, Marco Rubio dan Hillary merupakan orang-orang yang pernah diledek Trump. Ia 'mematahkan' aturan dengan menyerang secara personal lawan politiknya.Ia pun tidak pernah menyatakan minta maaf atas pernyataan-pernyataannya tersebut. 

5. Hillary dan Bill Clinton Serta Clinton, Inc. 

Warga dibayangi skandal masa lalu yang melibatkan keluarga Clinton. Bagaimana keterlibatan dan kedakatan Clinton Inc dengan investor besar Goldman Sach yang memiliki hubungan dengan krisis pada 2008. Bill Clinton, istri Hillary, merupakan salah satu pihak yang membela investor tersebut.[] Sumber:republika.co.id