BANDA ACEH – Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Banda Aceh, Nursyam, S.H., M.H., menyampaikan sambutan pengantar alih tugas terhadap lima Hakim Tinggi yang selama ini bertugas di Pengadilan Tinggi Banda Aceh.
Acara perpisahan tersebut berlangsung di Lobby Pengadilan Tinggi Banda Aceh yang dihadiri semua warga PT Banda Aceh, Selasa, 6 Desember 2022.
Kelima Hakim Tinggi tersebut, yaitu H. Fuad Muhammady, S.H., M.H., yang mutasi menjadi Hakim Tinggi pada Pengadilan Tinggi (PT) Tanjung Karang, Indra Cahya, S.H., M.H., mutasi menjadi Hakim Tinggi di PT Palembang Provinsi Sumatra Selatan, Sifa’Urosidin, S.H., M.H., mutasi menjadi Hakim Tinggi ke PT Mataram Provinsi NTB, Masrizal, S.H., M.H., mutasi menjadi Hakim Tinggi Padang di Sumatra Barat, dan Firman, S.H., mutasi menjadi Hakim Tinggi PT Kepulauan Riau.
Fuad Muhammady yang didampingi istrinya, dalam kata-kata perpisahan menyatakan, “kami siap melaksanakan tugas dimanapun ditempatkan oleh pimpinan Mahkamah Agung RI. Bagi kami alih tugas ini hal yang biasa saja. Banyak kenangan indah, terutama Syariat Islam dan masjid-masjidnya selama kami di Aceh”.
“Kami berterima kasih kepada semua warga PT Banda Aceh dan 22 PN se-Aceh yang selama kami bertugas di Provinsi ini telah diterima dengan baik dan nyaman, sehingga memudahkan kami dalam melaksanakan tugas, baik sebagai hakim banding maupun hakim pengawas daerah dan hakim pengawas bidang,” ujar Fuad mewakili teman-temannya yang akan menjadi Hakim Tinggi di provinsi-provinsi lain.
Mengakhiri kata-kata perpisahan, masing-masing Hakim Tinggi yang akan dimutasi mengucapkan terima kasih dan mohon maaf atas segala kesalahan dan kekhilafan selama bertugas di Provinsi Aceh. “Kami menyimpan banyak kenangan indah selama bertugas di Provinsi Aceh,” kata Fuad, Sifa, Masrizal, Indra, dan Firman.
Wakil Ketua Pengadilan Tinggi (WKPT) Banda Aceh, Nursyam, mewakili KPT yang sedang dinas di luar daerah, menyampaikan keterharuannya atas mutasi lima hakim tinggi yang semuanya teman-teman seangkatannya.
“Sekalipun mutasi adalah hal yang lumrah di jajaran Mahkamah Agung. Tetapi mutasi bagi lima Hakim Tinggi PT Banda Aceh kali ini adalah mutasi yang menyenangkan. Semua yang dimutasi kali ini didekatkan dengan daerah asalnya, sehingga bisa lebih dekat dengan keluarga. Karenanya, mutasi kali ini patut kita syukuri”.
“Mewakili semua warga PT Banda Aceh, saya menyampaikan terima kasih atas segala tugas dan pengabdian bapak-bapak selama bertugas di Aceh. Saya juga mohon maaf atas segala kekhilafan dan kekurangan yang ada selama bapak-bapak bertugas sebagai Hakim Tinggi di Aceh,” pungkas Nursyam.[](ril)




