Minggu, Juli 21, 2024

Tokoh Masyarakat Kota Sigli...

SIGLI - Para tokoh masyarakat dari 15 gampong dalam Kecamatan Kota Sigli menyatakan...

Tim Polres Aceh Utara...

LHOKSUKON – Kapolres Aceh Utara AKBP Nanang Indra Bakti, S.H., S.I.K., bersama jajarannya...

Pasar Malam di Tanah...

SIGLI - Kegiatan hiburan Pasar Malam yang digelar di tanah wakaf Tgk. Dianjong,...

Tutup Dashat, Kepala DPMPPKB...

ACEH UTARA – Kegiatan Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) yang dilaksanakan secara serentak...
BerandaInspirasiTeknoLindungi Diri dengan...

Lindungi Diri dengan Memahami Fitur Keamanan Digital

REDELONG – Rangkaian Webinar Literasi Digital di Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh kembali bergulir. Pada Senin, 23 Agustus 2021 pukul 09.00 hingga 12.00, telah dilangsungkan webinar bertajuk “Lindungi Diri, Pahami Fitur Keamanan Digital”.

Kegiatan masif yang diinisiasi dan diselenggarakan oleh Direktorat Pemberdayaan informatika Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo RI ini bertujuan mendorong masyarakat menggunakan internet secara cerdas, positif, kreatif, dan produktif sehingga dapat meningkatkan kemampuan kognitif-nya untuk mengidentifikasi hoaks serta mencegah terpapar berbagai dampak negatif penggunaan internet.

Pengguna internet di Indonesia pada awal 2021 mencapai 202,6 juta jiwa. Total jumlah penduduk Indonesia sendiri saat ini adalah 274,9 juta jiwa. Ini artinya, penetrasi internet di Indonesia pada awal 2021 mencapai 73,7 persen.

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Aptika) Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan Indonesia masih memiliki pekerjaan rumah terkait literasi digital. “Hasil survei literasi digital yang kita lakukan bersama siberkreasi dan katadata pada 2020 menunjukkan bahwa indeks literasi digital Indonesia masih pada angka 3,47 dari skala 1 hingga 4. Hal itu menunjukkan indeks literasi digital kita masih di bawah tingkatan baik,” katanya lewat diskusi virtual.

Dalam konteks inilah webinar literasi digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Kominfo RI ini menjadi agenda yang amat strategis dan krusial, dalam membekali seluruh masyarakat Indonesia beraktifitas di ranah digital.

Baca juga: Saatnya Memajukan Pariwisata Desa Melalui Digital

Pada webinar yang menyasar target guru, dihadiri oleh sekitar 1307 peserta daring ini, hadir dan memberikan materinya secara virtual, para narasumber yang berkompeten dalam bidangnya, yakni Feri F. Alamsyah, M.Kom, Dosen Ilmu Komunikasi; Arie Maya Lestari, S.Si, Praktisi IT dan Master Mentor Sigap UMKM; Patriandi Nuswantoro, M.Pd, Wakil Rektor Non Akademik Universitas Gajah Putih; dan Siti Nurhidayah, S.Pd., M.Sc, Pendidik, Pendongeng, Penulis, Praktisi Talents Mapping. Erisa Fadhilla sebagai Key Opinion Leader (KOL) dan memberikan pengalamannya. Para narasumber tersebut memperbincangkan tentang 4 pilar literasi digital, yakni Digital Culture, Digital Ethic, Digital Safety dan Digital Skill.

Pada sesi pertama, Feri F. Alamsyah, M.Kom menyampaikan bijaklah di dunia virtual dengan cara melindungi diri secara internal kemudian melindungi data pribadi, melindungi diri dari faktor eksternal yang membahayakan serta biasakan berpikir dulu sebelum sharing.

Giliran pembicara kedua, Arie Maya Lestari, S.Si mengatakan perilaku aman di dunia digital dapat dilakukan dengan cara berhati-hati dalam memilih teman di media sosial, kemudian hindari klik link atau tautan yang tidak jelas, gunakan sandi yang berbeda serta unik pada setiap akun media sosial, buat konten yang bijak dan bermanfaat, serta mengaktifkan fitur privasi.

Tampil sebagai pembicara ketiga, Patriandi Nuswantoro, M.Pd menjelaskan ketika kita menggunakan ruang digital pahamilah adanya zona komunikasi, yaitu zona komunikasi publik, zona komunikasi publik terbatas dan zona komunikasi pribadi. Ketiga zona tersebut yang harus dipahami bahwa tentu adanya etika yang berlaku di ruang digital. Kemampuan Individu harus paham dalam menyadari, mencontohkan, menyesuaikan diri, merasionalkan, mempertimbangkan dan mengembangkan tata kelola etika digital dalam kehidupan sehari-hari.

Pembicara keempat, Siti Nurhidayah, S.Pd., M.Sc menuturkan tips menumbuhkan budaya positif di era digital, Memanfaatkan media sosial untuk hal yang positif, Hindari mengunggah konten yang tidak pantas (curhat tanpa batas) ujaran kebencian, berita palsu (hoax), isu SARA, perundungan (bullying) dan pelecehan, Hati-hati memberikan data dan informasi pribadi, Cek dan recheck kembali informasi, jangan langsung percaya serta Filter akun-akun yang diikuti.

Erisa Fadhilla selaku Key Opinion Leader menyampaikan di era digital ini adalah waktu yang tepat karena banyak peluang yang dapat dimanfaatkan, setiap orang mempunyai passion yang berbeda-beda, sebagai tips untuk memulai menjadi konten kreator yaitu kenali apa yang kita sukai kemudian mulailah kemudian konsisten dalam mengerjakannya.

Para peserta mengikuti dengan antusias seluruh materi yang disampaikan dalam webinar ini, terlihat dari banyaknya tanggapan dan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepada para narasumber. Seperti Rina yang bertanya bagaimana kita bisa membatasi diri kita dari konten-konten buruk, seperti provokasi dalam ruang digital yang bebas ini, seperti berita-berita hoax? Narasumber Arie Maya Lestari, S.Si menanggapi zona publik yang secara umum sudah pasti sudah melewati batas-batas negara, pahami bahwa yang harus disadari ketika teknologi sudah masuk, sagat jarang biasanya konsumtif dan hanya ikut-ikutan.

Webinar ini merupakan satu dari rangkaian webinar yang diselenggarakan di Kabupaten Bener Meriah. Masyarakat diharapkan dapat hadir pada webinar-webinar yang akan datang.[](ril/*)

Baca juga: