BANDA ACEH – Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry, menggelar Studium General bersama Direktur Rumoh Manuskrip Aceh, Tarmizi Abdul Hamid, di aula fakultas itu, pekan lalu.
Kegiatan dengan mengangkat tema “Nuruddin Ar-Raniry: Cendekiawan Lintas Zaman”, dihadiri 60 peserta dari berbagai jurusan di fakultas tersebut.
Ketua pelaksana kegiatan, Dede Adistira, dalam laporannya mengatakan, kegiatan ini penting untuk kembali mengingat sejarah peradaban Islam yang tak terlepas dari dakwah para ulama terdahulu.
Ia menambahkan, kegiatan yang digelar ini merupakan stadium general sejarah peradaban Islam Aceh pertama yang diadakan DEMA Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Ar Raniry.
Ketua DEMA Fakuktas Dakwah dan Komunikasi UIN Ar Raniry, Muhammad Rafsanjani, mengatakan kegiatan ini merupakan langkah awal untuk menyukseskan Dakwah Expo “Internasional Islamic Manuskrip” pada Oktober nanti.
“Sejarah Ar-Raniry harus kita telusuri dan kita pelajari untuk mengetahui sejarah Islam. Apalagi kita mahasiswa UIN Ar-Raniry, wajib mengetahui sejarah Ar-Raniry karena kita kuliah di UIN Ar-Raniry,” kata Rafsanjani.
Tarmizi Abdul Hamid sebagai pemateri, menyampaikan bahwa Syekh Nuruddin Ar-Raniry merupakan ulama internasional. Nuruddin Ar-Raniry tujuh tahun berdakwah di Aceh mulai tahun 1637-1644 M pada masa Sultan Iskandar Thani (1636-1641 M), telah melahirkan puluhan karya.
Tarmizi berharap dengan adanya acara ini mahasiswa UIN Ar-Raniry khususnya Fakultas Dakwah dan Komunikasi bisa lebih semangat dan giat dalam penelitiannya, sehingga melahirkan karya-karya yang menjadi rujukan bagi orang lain.[]



