Puisi-puisi Mustiar Ar*

MALAM MALAM LIAR

Kusut masai rambut malam
Bulanpun berselingkuh
Beuklam di selangkangnya

Malam malam liar
Anyir mani menyengat 
Musafir itu kelimpungan sendiri
Disergap angin selatan

Jln Merdeka, 2017

KUCING SELOKAN

Kucing liar selokan itu
Duduk manis di tahta
Berkalung manik mitasi
_ komat kamit
Suaranya kini begitu lembut bak air mengalir

_tak garang ia

Taringnya tumpul ia
_terkatup rapat

Kucing liar selokan itu
Matanya berkedip kedip
Ekornya mengibas di udara
mengharap upeti
_sanjungan dari majikan

Kucing liar selokan
Menggesek gesek kaki kursi

Oktober 2017

BIDUK KECIL '03

Biduk kecil itu
Di apit geulumbang
Mengayuh dalam angin beliung

Biduk kecilku
Di lumat usia
_letih ia
Di dermaga sunyi

Suwak Indrapuri, 28.10.2017

 

*Mustiar Ar. Penyair kelahiran Meulaboh, 15 April 1967 ini menamatkan sekolahnya di Aliyah Neg 1 Meulaboh. Karya puisi pertamanya termuat pada media Skm Taruna Baru Medan, tahun 1987. Dan berturun turun puisinya dimuat pula pada buletin Geunta, Yogyakarta, buletin Tunas Meulaboh, majalah Nova Jakarta dan majalah Dharma Wanita, Medan. Di samping juga karya puisi Mustiar Ar yang akrab dipanggil Oneh Kurnia Arafar kerap kita baca di media lokal daerah Aceh, seperti Skm, Atjeh Post, Harian Serambi Indonesia dll.