SUKA MAKMUE – Mantan Presma Universitas Teuku Umar, Raman sangat menyayangkan terkait pembubaran massa yang dilakukan pihak kepolisian resort Nagan Raya, Senin, 13 Juni 2016.

Raman menganggap ini merupakan sebuah bentuk kemunduran demokrasi di wilayah Nagan Raya. 

“Teman teman mahasiswa sudah melayangkan surat pemberitahuan aksi kepada pihak kepolisian, mungkin karena kelalaian oknum kepolisian sehingga surat tidak sampai kepada atasan,” katanya kepada portalsatu.com.

Selain itu, Raman juga mengatakan pihak kepolisan sendiri saat pengunjuk rasa tiba ke halaman gedung DPRK sudah dalam kondisi siap lengkap dengan peralatan jadi kenapa mesti aksi damai ini dibubarkan.

“Kita baru memaklumi jika aksi dibubarkan kalau tidak ada satupun polisi yang stay di lapangan untuk mengamankan jalannya aksi ini,” katanya.

Raman juga mengharapkan pihak kepolisan agar dapat menindak oknum polisi yang melakukan kelalaian bukan sebaliknya malah masyarakat yang dibubarkan.[]
 

Laporan Riski Bintang