BANDA ACEH – Kedatangan delegasi Aceh yang juga mantan juru runding Gerakan Aceh Merdeka (GAM) ke kantor CMI mendapat sambutan baik dari mantan Presiden Finlandia, Marti Ahtisaari. Mereka juga turut berdiskusi tentang situasi Aceh pascadamai.
Dalam pertemuan itu, para perunding asal Aceh menyampaikan kondisi terkini daerah yang pernah dilanda konflik berkepanjangan tersebut. Munawar Liza, Bakhtiar Abdullah, Nur Djuli, dan Shadia Marhaban yang datang secara swadaya ke Helsinki juga menyampaikan beberapa hal tentang perdamaian, yang dinilai belum sepenuhnya terealisasi.
“Sehingga perlu monitor dari CMI,” kata Munawar Liza.
Mengenai pertemuan ini, Marti Ahtisaari mengakui bahwa CMI telah mengikuti perkembangan di Aceh sejak penandatanganan Memorandum of Understanding antara Pemerintah Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka pada Agustus 2005. Meskipun demikian, pihak CMI menegaskan bahwa mereka tidak memiliki proyek khusus di Aceh pascadamai.
“CMI does not have any project activities in Aceh but continues to monitor the situation (CMI tidak memiliki kegiatan proyek di Aceh, tetapi terus memantau situasi),” kata Marti Ahtisaari seperti dikutip dari situs CMI.fi.[]


