BANDA ACEH – Pemain U-19 Akademi Sporting Lisbon asal Aceh, Martunis, mendukung tuntutan Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) yang menolak turnamen sepak bola. Bentuk dukungan itu disampaikan pemain kelahiran 2 Mei 1997 ini dalam selembar kertas dengan hastag #DukungAPPI #MenolakTurnamen seperti dilansir oleh acehfootbal.com, Minggu, 17 Januari 2016.
Langkah yang dilakukan mantan pemain SSS Real Madrid Aceh ini sebagai bentuk dukungan kepada APPI seperti yang dilakukan para pemain di profesional di Indonesia.
Saat ini remaja penyintas tsunami itu sedang berada di Portugal untuk belajar sepak bola di akademi tempat Cristiano Ronaldo dibesarkan.
Seperti diketahui, tiga hari lalu, APPI menggelar Deklarasi APPI #Menolak Turnamen di Hotel Atlet Century, Senayan-Jakarta, Kamis (14/1/2016). Hadir sejumlah pemain papan atas dalam deklarasi itu, seperti kiper Persija Jakarta Andritani serta sang striker Ramdhani Lestaluhu.
Ada juga bek Gresik United F.X Januar, Gavin Kwin Adist, Yongky Aribowo, Leonard Tupamahu, Leo serta Saputra. Mereka didampingi oleh para petinggi APPI seperti Presiden APPI Ponaryo Astaman, Bambang Pamungkas (Wakil Presiden) dan Bima Sakti (Executive Committee APPI) serta Valentino Simanjuntak (Sekjen APPI).
Dalam deklarasi itu, ada enam tuntutan yang disuarakan oleh organisasi yang memayungi semua kepentingan pesepakbola profesional tanah air itu.
Keenam tuntutan tersebut adalah:
- Turnamen yang beberapa kali digelar saat ini tidak bisa dijadikan solusi atas kondisi sepak bola nasional serta memberikan perlindungan yang maksimal kepada pesepakbola
- Turnamen justru menjadikan kesenjangan dan ketidakadilan serta ketidakpastian kepada para pesepakbola. Terutama bagi mereka yang klubnya tidak ikut bermain
- Pesepakbola mendorong klub-klub untuk tidak mengikuti turnamen-turnamen profesional selanjutnya apabila tidak ada kepastian pelaksanaan liga profesional. Hal ini juga demi kepentingan klub-klub.
- Sesuai dengan situasi dan kondisi sepak bola nasional saat ini, pesepakbola mendesak kepada operator yang berniat menjalankan liga untuk berkoordinasi guna mendapat persetujuan dari pemerintah
- Pesepakbola mendorong pemerintah untuk segera menggulirkan kompetisi sepak bola yang profesional dan berjenjang demi kepastian masa depan sepak bola nasional
- Kami Exco APPI bersama dengan pesepakbola lainnya MENOLAK untuk bermain di turnamen-turnamen profesional selanjutnya hingga ada kepastian dan atau adanya jaminan kapan diselenggarakannya Liga Sepak Bola Profesional di Idonesia.[]



