SIGLI – Massa yang tergabung dalam Masyarakat Pemuda Pidie berdemo ke gedung DPRK Pidie, Selasa, 18 Oktober 2016. Mereka meminta legislatif bersikap netral dalam pilkada 2017.

Aksi massa mendapatkan pengawalan puluhan polisi dari Polres Pidie. Amatan portalsatu.com, Mereka hanya menggelar orasi di luar pagar kantor DPRK dengan menggunakan pengeras suara. Pendemo juga membentangkan spanduk bertuliskan Masyarakat dan Pemuda Pidie mendukung pilkada damai.

Massa juga membagikan selebaran yang di dalamnya bertuliskan DPRK harus bersikap netral dalam mengambil sikapnya khusus dalam masalah pilkada. Mereka berpendapat, DPRK tidak ada urusan serta tidak punya hak mengintervensi penyelengara pilkada oleh KIP dan Panwaslih.

DPR kata mereka, idealnya mengurus tugas dan peran mereka sebagai legislasi, pengawasan secara optimal. Jangan ganggu regulasi pillada yang sedang dijalankan. Massa juga meminta DPRK tidak menciptakan kegaduhan politik dengan mengintervensi tugas penyelenggara pilkada KIP dan Panwaslih, dengan mengeluarkan pernyataan yang mengandung ancaman kepada penyelenggara pilkada dan mengindikasikan upaya menggagalkan pasangan calon tertentu.

Faisal, salah seorang orator dalam orasninya menyatakan tidak ada urusan DPRK Pidie mengintervensi KIP dan Panwaslih yang membuat problem bagi KIP dan Panwas dalam memberikan putusan sehingga menimbulkan keresahan di masyarakat.

Bahkan massa menolak saat Wakil Ketua DPRK Jamaluddin menerima mereka untuk berkomunikasi. Massa meminta untuk menghadirkan Ketua Komisi A Mahfuddin Ismail dan memberi penjelasan kepada mereka menyangkut pernyataan Ketua Komisi A di media masa dua hari lalu.

Pendemo mendukung KIP, Panwaslih dan penegak hukum untuk menjalankan tugas sesuai aturan perundang-undangan berlaku sehingga proses pilkada berjalan lancar,  jujur dan adil.

Ketua Fraksi Nasdem Tgk Ismail Abubakar memberi penjelasan kepada pendemo, bahwa Nasdem tidak bermaksud mengitervesi penyelenggara pilkada. Namun Fraksi Nasdem meminta KIP bersikap netral dan tidak memihak dalam menjalankan tugasnya sebagai penyelenggara pilkada.

“Kita hanya meminta KIP menjalankan tugasnya secara netral, tidak memihak serta tidak mendahului Panwaslih agar tidak ada pihak yang dirugikan,” kata Tgk Ismail Abubakar yang ikut menerima pendemo.

Jamaluddin kepada massa memberikan jaminan secara tertulis untuk menghadirkan Ketua Komisi A seperti permintaan massa. Namun untuk saat ini sedang tidak ada di tempat. Lalu massa yang berkonsentrasi di jalan depan Gedung DPRK Pidie membubarkan diri secara tertib.[]