BANDA ACEH – Massa tergabung dalam Koalisi Masyarakat Aceh Bersatu (KMAB) menduduki halaman Kantor Gubernur Aceh, Selasa, 17 Juli 2018. Hingga pukul 22.00 WIB, massa pendukung Gubernur Aceh nonaktif, Irwandi Yusuf, itu masih berada di lokasi tersebut.

Massa KMAB tampak ada yang tidur-tiduran di kawasan perkantoran Gubernur Aceh. Perempuan yang membawa anaknya berbaring di lobi lantai satu Kantor Gubernur Aceh. Selebihnya ada yang berkumpul di halaman upacara dan di sejumlah titik lainnya.

Ratusan personel kepolisian tampak siaga di kantor gubernur itu. Ada dua mobil water canon dan barakuda yang disiagakan di halaman Kantor Gubernur Aceh. Bahkan Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Trisno Ryanto sempat bertemu dan berbincang-bincang dengan massa.

Massa KMAB masih bertahan di kantor Gubernur Aceh menuntut agar Irwandi Yusuf segera dipulangkan. Selain itu, massa juga meminta Plt. Gubernur Aceh untuk bertemu dan berbicara dengan mereka terkait dengan penangkapan yang menimpa Irwandi Yusuf.

“Kita tetap berada di sini, menginap di sini (Kantor Gubernur Aceh), sampai Bapak Irwandi Yusuf dipulangkan,” kata Munir, yang mengaku sebagai mantan Panglima GAM wilayah Meureuhom Daya, Aceh Jaya.

Massa datang dari berbagai daerah di Aceh, baik pantai barat, timur dan tengah sejak Selasa pagi. Mereka datang menggunakan mobil pribadi dan mobil angkutan umum. Semua mobil angkutan umum tersebut hingga sekarang masih berada di lokasi.

Koordinator aksi, Fahmi Nuzula, mengaku datang ke Kantor Gubernur Aceh melakukan aksi damai agar Irwandi Yusuf segera dipulangkan.

“Kami melakukan aksi ini tidak melakukan anarkis, kami ingin Bapak Irwandi Yusuf untuk dikembalikan kepada rakyat Aceh,” kata Fahmi Nuzula.

Peserta aksi beranggapan penangkapan terhadap Irwandi Yusuf menyalahi prosedur. Sehingga peserta aksi meminta kepada Presiden RI untuk turun tangan membebaskan Irwandi. “Bapak Irwandi Yusuf itu bapak anak yatim, telah banyak membantu rakyat Aceh,” ujarnya.[] Sumber: merdeka.com/Afif