BANDA ACEH Umat Islam Aceh dewasa ini banyak tidak sepakat dengan Islam, sekalipun muslim tapi lupa sebagai muslim. Tidak sedikit kita dapati banyak yang meninggalkan kewajiban salat lima waktu. Padahal sudah dimaklumi betapa pedih siksa meninggalkan salat.
Penyebab masyarakat Aceh gagal akhlak, sebenarnya ini efek dari gagal dakwah para alim ulama. Banyak kita lihat masyarakat Aceh tidak faham dasar-dasar Islam (fardhu ain; Tauhid, Fikih dan Tasauf).
Demikian antara lain yang disampaikan oleh Tgk. H. Muhammad Yusuf A. Wahab, Pimpinan Dayah Babussalam Al-Aziziyah Jeunieb, Bireuen saat mengisi ceramah dalam rangka memperingati Haul Abu Muhammad bin Zamzami ke XVIII di Dayah Darul Muarrif , Kuta Baro, Aceh Besar, Sabtu (11/5) malam.
Alumni dayah harus bisa menjual ilmu ke masyarakat dengan terampil, oleh sebab itu, mesti menggunakan strategi yang tepat dalam berdakwah sehingga tugas pewaris nabi tersampaikan. Santri harus menjadi pemimpin di tengah keluarga, gampong dan masyarakat umum.
Santri pembawa perubahan, bukan malah terbawa arus bek lagee eh lam uroe tarek, Leumik keudroe karena suum uroe (Seperti es di bawah terik matahari akan mencair kembali seperti semula menjadi air). lihat para pemuda masa rasul berhasil menalukkan kota musuh. Juga wajib berakhlak mulia bek ilme tasauf kakaeuh tunggai lam kitab Ihya. Tegas Tu Sop, begitu sapaan akrabnya.
Sesama alumni dayah juga jangan saling menjatuhkan satu sama lainnya. Berdakwahlah sebagaimana bimbingan Allah SWT dalam firmanNya;
“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS. An-Nahl : 125),” tutupnya.[] (rel)



