LHOKSEUMAWE – Masyarakat Kompleks Poroh Permai Dusun C Desa Blang Poroh, Kecamatan Muara Dua, meminta Pemko Lhokseumawe membangun parit (saluran air) dan mengaspal jalan utama di kawasan perumahan itu.
“Kami sangat berharap Pemko Lhokseumawe melalui Dinas PUPR membangun parit dan mengaspal jalan utama sepanjang ± 1 kilometer dan lebar enam meter. Karena belum ada parit permanen, saat turun hujan kondisi jalan berlumpur sehingga rawan kecelakaan bagi pengguna sepeda motor,” kata Ketua Kompleks Poroh Permai, Alkhalil, S.Sos.I., didampingi salah seorang warga, Ade Armansyah, beberapa hari lalu.
Alkhalil menyebut sudah beberapa kali terjadi kecelakaan sepeda motor yang dikendarai ibu-ibu dan remaja putri akibat jalan licin saat hujan di kompleks perumahan itu. Di antaranya, dialami Intan (31), yang shockbreaker sepeda motornya patah akibat terperosok dalam lubang jalan.

Menurut Ade Armansyah, Pemko Lhokseumawe tidak perlu melakukan pembebasan lahan untuk membangun parit sepanjang jalan utama Kompleks Poroh Permai. “Tanah untuk lokasi parit sudah dibeli oleh masyarakat. Pemko tinggal membangun parit agar badan jalan tidak bertambah rusak. Karena selama ini, tanah, pasir, dan batu dari badan jalan yang bertanjakan terseret arus air saat musim hujan,” ujarnya.
Tengku Imum Kompleks Poroh Permai, Hilal Badri (37), mengatakan Pemko Lhokseumawe sudah tiga kali melakukan perkerasan jalan utama di kawasan perumahan tersebut. Namun, karena belum ada parit menyebabkan badan jalan cepat rusak.
“Kami mohon kepada Bapak Imran selaku Pj. Wali Kota Lhokseumawe memberikan perhatian kepada masyarakat Kompleks Poroh Permai, terutama untuk kepentingan umum yang sangat mendesak, pembangunan parit dan pengaspalan jalan utama,” tuturnya.[](red)




